Ketik disini

Headline Praya

Di Loteng, Bocah 8 Tahun Diduga Cabuli Balita

Bagikan

PRAYA – Lombok Tengah (Loteng), kembali digemparkan dengan kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur. Menjadi lebih memperihatinkan karena dilakukan oleh bocah di bawah umur kepada seorang balita.

Informasi yang diserap Lombok Post, kasus itu terjadi sejak 3 Juli lalu, di salah satu musala di Dusun Montong Bolok, Desa Montong Gamang, Kopang sekitar pukul 12.30 Wita. Kasusnya mulai mencuat, begitu video dugaan pencabulan itu beredar luas, hingga ke tangan keluarga dan kerabat terdekat korban.

Ceritanya, korban N (inisial-red) yang baru menginjak umur 4 tahun tersebut, sedang bermain-main di rumah terduga pelaku inisial Y, yang kini duduk dikelas 2 Sekolah Dasar. Di kediamannya, terdapat lima rekan lainnya, yang masing-masing berusia 5 tahun dan 2 tahun. Mereka pun bermain layaknya, anak-anak pada umumnya.

Tidak lama kemudian, terduga pelaku mengajak korban dan rekan-rekannya, ke musala di desa setempat. Di tempat itulah, korban diduga dicabuli. Anak 8 tahun itu pun meminta salah satu rekannya, untuk merekam aksinya, melalui telepon genggam. Sementara yang lain, hanya ikut menyaksikan saja.

Karena keluguan dan kepolosan, video dugaan pencabulan itu pun beredar luas di desa setempat, hingga kedua orang tua korban mengetahui. Tanpa berfikir panjang, mereka pun melaporkan kejadian tersebut, ke Polsek Kopang.
a�?Memang benar apa yang terjadi itu,a�? kata Kapolsek Kopang, Kompol Marbaiyono pada Lombok Post, kemarin (21/7).

Saat ini, kata Marbaiyono kasus dugaan pencabulan itu sudah diserahkan ke PPA Polres Loteng, guna penyelidikan lebih lanjut. Di tingkat Polsek, terduga pelaku, rekan-rekan pelaku, korban dan para orang tua serta kerabat terdakat lainnya, sudah dimintai keterangan sebagai saksi.

a�?Walau pun ini kasusnya anak-anak, tetap kita proses sebagaimana aturan hukum yang berlaku,a�? kata mantan Kasubaghumas Polres Loteng tersebut.

Sementara itu, Camat Kopang Lalu Setiawan menyesalkan kejadian itu, apalagi korban dan terduga pelakunya anak-anak dibawah umur. a�?Ini menjadi pelajaran bagi para orang tua masing-masing, agar memperketat pola pengawsan anaknya,a�? katanya, terpisah.

a�?Kalau bisa, anak-anak seperti itu jangan diberikan fasilitas telepon genggam. Nanti disalah digunakan. Tolong ini diperhatikan bagi para orang tua,a�? tambah Setiawan.

Lebih lanjut, kata Setiawan pemerintah kecamatan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kasus dugaan pencabulan tersebut, ke aparat kepolisian. a�?Kami sebagai tim advokasi korban, meminta kepolisian serius menyikapi kasus yang satu ini,a�? sambung ketua Lembaga Studi Advokasi Ham dan Demokrasi, Hasan Masat.

Umur terduga pelaku, tekan Mahsat diharapkan bukan menjadi alasan bagi kepolisian untuk mempertimbangkan hukuman apa yang diberikan. Namun, lebih kepada memberikan efek jera, agar tidak mengulangi kejadian yang sama. a�?Tolong kepolisian bekerja keras mengusutm,a�? serunya.

Ia pun meminta, agar pihak berwenang yang menyangkut urusan perlindungan anak, segera turun ke Gumi Tatas Tuhu Trasna, guna ikut memberikan bantuan hukum, baik pada terduga pelaku maupun korban. a�?Prinsipnya, kami tidak ingin kasus ini diselesaikan dengan cara damai. Hukum harus berjalan,a�? ujarnya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka