Ketik disini

Kriminal

Dua Terdakwa Dituntut 18 Bulan Kurungan

Bagikan

MATARAM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan terdakwa dugaan korupsi rumput laut Kota MataramA� kemarin (21/7). Mereka adalahA� Muharrar sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Rusdi selaku kontraktor dan Khairil sebagai pelaksana proyek.

Tuntutan mereka dibacakan secara terpisah oleh JPU, Marollah dan Hademan. Pertama, JPU membacakan tuntutan Muharrar dihadapan majelis hakim

a�?Muharrar kami tuntut dengan kurungan penjara selama satu tahun enam bulan dengan denda Rp 50 juta rupiah subsider dua bulan,a�? bacanya.

Tak lama kemudian, terdakwa Rusdi duduk di bangku pesakitan. Tuntutan yang dibacakan JPU sama persis dengan tuntutan yang dikenakan dengan Muharrar.

Dari pertimbangan JPU, kedua terdakwa itu dituntut sama dikarenakan memiliki iktikad baik dan kooperatif dalam persidangan.

a�?Yang meringankan mereka itu adanya pengembalian uang negara seluruhnya,a�? sebut Marollah dihadapan majelis hakim.

Namun, terdakwa lain Khairil yang bertindak selaku pelaksana proyek sedikit mendapatkan tuntutan lebih berat. Ia A�dituntut dua tahun enam bulan dengan penjara denda Rp 50 juta subsider dua bulan penjara.

Pemberatan tuntutan itu dikarenakan Khairil tidak mengembalikan kerugian negara seluruhnya.

a�?Hal yang memperberat karena tidak mengembalikan kerugian negara,a�? baca Marollah.

Terpisah, Salah satu Penasihat Hukum terdakwa Abdul Hanan A�menyebutkan, untuk kekurangan pengembalian kerugian negara akan diperjelas dalam nota pembelaan yang akan dibacakan pada saat agenda sidang Pledoi.

a�?Nanti tergantung terdakwa yang akan menunjukkan sikap kooperatif dalam mengganti kerugian negara,a�? jelas Hanan.

Berdasarkan perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara mencapai Rp 468 juta. Keterangan hasil audit itu yang menjadi penguatan unsur untuk menjerat tiga tersangka. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka