Ketik disini

Giri Menang Headline

Kenapa Deviden Perusda di Lobar Rendah?

Bagikan

GIRI MENANG – Rendahnya deviden dari sejumlah perusahaan daerah mendapat sorotan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid. Bukan itu saja, deviden yang lebih kecil dari jumlah modal, turut menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan NTB.

Bupati Lobar Fauzan Khalid mengakui setoran deviden sangat minim. Gelontoran dana untuk modal perusahaan daerah, rupanya tidak sebanding dengan keuntungan yang diberikan. Padahal, Pemkab Lobar berharap kucuran modal tersebut bisa memberikan keuntungan yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

a�?Memang minim sekali deviden yang kita terima,a�? aku Fauzan.

Karena itu, Fauzan menegaskan, akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan plat merah yang mendapat modal dari Pemkab Lobar. Terutama bagi perusahaan yang terus merugi.

a�?Tidak menutup kemungkinan akan kita tutup, tergantung hasil evaluasi nanti,a�? tegas dia.

Sementara itu, Sekda Lobar Mochammad Taufiq mengatakan, kecilnya deviden yang diterima rupanya menjadi temuan BPK. BPK melihat ada kejanggalan dalam penyertaan modal yang diberikan pemkab namun mendapat keuntungan lebih rendah.

a�?Hasil evaluasi BPK menyatakan seperti itu, deviden yang kita terima terlalu kecil,a�? ungkap Taufiq, kemarin (22/7).

Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan, BPK tengah melakukan evaluasi terhadap langkah penyertaan modal pemkab ke sejumlah perusahaan daerah. Tujuannya untuk mencari seperti apa formulasi deviden yang pas diberikan kepada Pemkab Lobar.

a�?Senin atau Selasa minggu depan, rencana akan ekspose ke BPK,a�? ujarnya.

Dikonfirmsi terkait permintaan penurunan deviden dari sejumlah perusahaan daerah, Taufiq mengaku belum menerimanya. Kalau pun ada, tentunya harus bersurat secara resmi kepada Pemkab Lobar.

Sementara untuk total kucuran dana sebagai modal perusahaan daerah, Taufiq mengaku tidak hafal. Pastinya dari seluruh anggaran yang disertakan, pemkab hanya menerima deviden sebesar lima persen.

a�?Itu yang juga membuat heran provinsi, dari penyertaan modal yang besar, kok dapatnya cuma segitu,a�? kata mantan Asisten III Setda Lobar ini.

Sedikit mengulas, sebelumnya kalangan dewan mempertanyakan deviden dari sejumlah perusahaan daerah. Pemkab sendiri telah memberi modal kepada tujuh perusahaan daerah, antara lain PDAM Giri Menang, Bank NTB, PD Tripat, BPR Lobar, Pesisir Layar Berkembang, Jamkrida, dan Indotan.

Dana yang dikeluarkan terbilang cukup besar, yakni Rp 13 miliar. Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim meminta pemkab untuk melakukan evaluasi penyertaan modal.

a�?Seharusnya pemkab terima Rp 14 miliar sesuai kesepakatan, tapi perusahaan daerah minta diturunkan devidennya ke angka Rp 9 miliar,a�? kata Sulhan. (dit/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka