Ketik disini

Metropolis

Konversi Elpiji Terancam Molor

Bagikan

MATARAM – Memasuki pertengahan tahun, Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian ESDM belum menunjukkan sinyal untuk merealisasikan janjinya menuntaskan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram di Provinsi NTB. Kekhawatiran pun mencuat bahwa gas melon tersebut kembali batal beredar di Pulau Sumbawa.

a�?Harusnya sekarang ini mulai pendataan tetapi kita juga belum dapat informasi pusat,a�? kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB M Husni, kemarin (22/7).

Sebelumnya, Ditjen Migas Kementerian ESDM menjanjikan koversi minyak tanah ke elpiji 3 kilo akan tuntas di NTB pada tahun 2017. Artinya, tahun depan, masyarakat di Pulau Sumbawa pun sudah mendapat jatah gas melon.

Namun, merealisasikan konversi tersebut, Ditjen Migas terlebih dahulu harus melakukan pendataan sejak tahun 2016. a�?Kalau pendataannya tidak dilakukan tahun ini, otomatis batal lagi konversi ke elpiji di tahun 2017. Makanya ini memang perlu kita kawal,a�? kata Husni.

Sebelumnya, Pemprov NTB mengaku sudah mendata jumlah masyarakat di Pulau Sumbawa yang menjadi target konversi dari minyak tanah ke elpiji. Jumlahnya mencapain 258 ribu lebih. Namun, data yang diusulkan Peprov ke pusat itu perlu divalidasi kembali oleh Ditjen Migas dengan menunjuk konsultan untuk melakukan pendataan ulang di lapangan.

a�?Biasanya ada surat dari Dirjen Migas memberitahukan kalau ada konsultan yang turun tapi sampai saat ini belum ada kita terima informasi,a�? kata Husni.

Diketahui, konversi minyak tanah ke elpiji, sejauh ini baru diberlakukan di Pulau Lombok. Sementara masyarakat di Pulau Sumbawa masih mendapat jatah subsidi minyak tanah.

Konversi ke gas elpiji untuk Pulau Sumbawa sudah kesekian kali dijanjikan pemerintah pusat. Namun, ujung-ujungnya, masyarakat kembali harus menelan kekecewaan karena realisasinya harus tertunda.

a�?Tentu kita akan kawal terus biar konversi elpiji 100 persen untuk tahun 2017 nanti bisa terealisasi,a�? pungkasnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka