Ketik disini

Politika

Kurtubi Terus Desak Pemerintah

Bagikan

MATARAM – Untuk kesekian kalinya anggota Komisi VII DPR RI dapil NTB Dr H Kurtubi menyikapi persoalan konversi minyak tanah ke elpiji di Pulau Sumbawa.

Kemarin (22/7), anggota Fraksi Nasdem ini menemui Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB untuk menyerap informasi terkait hal itu.

Kurtubi didampingi General Manajer Pertamina Surabaya Ageng Giriyono membahas mengenai realisasi konversi minyak tanah ke elpiji di Pulau Sumbawa. Menurut Kurtubi, sejumlah daerah di Indonesia sudah menuntaskan konversi.

a�?Tinggal Pulau Sumbawa saja yang belum. Saya sering ditanya masyarakat kenapa kok ini belum tuntas,a�? kata Kurtubi kepada wartawan, kemarin (22/7).

Konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilo berlangsung sejak akhir 2010. Saat itu, sebanyak 700 ribu tabung gas elpiji 3 kilo lengkap dengan regulatornya disebar secara bertahap di Pulau Lombok.

Masyarakat pun mulai meninggalkan minyak tanah dan beralih menggunakan elpiji 3 kilo.Meski begitu, tidak sedikit yang menggunakan elpiji 12 kilo untuk kebutuhan rumah tangga.

Hingga saat ini, masyarakat di Pulau Sumbawa masih menggunakan minyak tanah bersubsidi.

Tapi, kata Kurtubi, minyak tanah bersubsidi itu pun diduga diselundupkan kembali ke Pulau Lombok untuk berbagai kebutuhan.

Sebagai wakil rakyat, dia menyayangkan peristiwa itu karena merugikan masyarakat. Tidak heran jika belakangan masyarakat di Pulau Sumbawa banyak menggunakan kayu bakar.

a�?Persoalan ini perlu segera dituntaskan sehingga masyarakat benar-benar terbantu,a�? paparnya.

Dia mendesak pemerintah mempercepat program tersebut. Salah satu upaya untuk mempercepat program itu yakni pembangunan infrastruktur depo atau tangki elpiji yang berada di komplek Depo BBM Pertamina di Bima sehingga lebih cepat dan efisien.

Diharapkan infrastruktur itu bisa dipercepat dan akhir 2017 sudah terealisasi. Sehingga awal 2018 pembagian elpiji gratis bagi masyarakat dapat diluncurkan.

Dalam pertemuan itu, GM Pertamina Surabaya Ageng Giriyono memaparkan beragam persiapan pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji di Pulau Sumbawa.

Menurut dia, nantinya akan dibangun depo elpiji di Bima untuk menopang konversi minyak tanah ke elpiji itu.

Selain itu, pihaknya juga memaparkan mekanisme dan berbagai informasi menyangkut konversi minyak tanah ke elpiji di Pulau Sumbawa.

Termasuk rencana konversi bagi para nelayan yang saat ini sedang menjadi pilot project.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) NTB Muhammad Husni mengatakan pihaknya sudah menyampaikan data terkait konversi tersebut.

Dia menyayangkan hingga saat ini belum ada progres yang pasti terkait program konversi itu.

Data yang sudah disampaikan kepada pemerintah mencapai 250 ribu tabung elpiji untuk masyarakat di Pulau Sumbawa.

Dia berharap program itu segera terealisasi untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil.

a�?Datanya sudah kami sampaikan, tapi kan ada konsultan yang nanti mendata kembali sehingga dimungkinkan ada penambahan,a�? paparnya.

Dia optimistis program tersebut akan tepat sasaran sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat segera menikmati gas elpiji.

Pihaknya juga mengapresiasi dukungan legislatif terutama anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi yang berupaya maksimal mendorong terealiasasinya konversi tersebut. (tan/r9/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka