Ketik disini

Praya

Anak-Anak Loteng Deklarasikan Anti Merarik Kodeq

Bagikan

Dalam kunjungan Menteri PP-PA, Yohana Susana Yambise. Perwakilan anak-anak di Lombok Tengah (Loteng), mendeklarasikan anti merarik kodeq.

***

Ada beberapa keinginan dan harapan, yang disampaikan perwakilan anak-anak di Gumi Tatas Tuhu Trasna, dalam puncak perayaan Hari Anak Nasional di Bencingah alun-alun Tastura, kemarin (23/7). Dihadapan Yohana, Bupati HM Suhaili FT dan tamu undangan lainnya, mereka membacakannya.

Salah satunya adalah, menolak keras menjalani pernikahan dini alias merarik kodeq. Mereka menganggap merarik kodeq justru merusak masa depan mereka. Mereka ingin masa depan yang lebih cerah, hingga bisa menggapai cita-cita yang selama ini terpendam. Peran pemerintah pun diharapkan untuk mengintervensi kebijakan larangan merarik kodeq.

Dari catatan Pengadilan Agama (PA) Praya, angka perceraian yang terjadi selama ini, didominasi kalangan pasangan muda. Mereka dianggap belum siap berkeluarga.

a�?Selain itu, kami menginginkan agar pemerintah mempermudah proses pelayanan, pembebasan biaya dan mengintensifkan sosialisasi tentang pentingnya, akta kelahiran secara merata,a�? ujar mereka.

Tidak itu saja, pemerintah diminta untuk meningkatkan pemerataan program subsidi biaya, beasiswa dan fasilitas lainnya, dalam menunjang pendidikan wajik belajar 12 tahun. Kemudian, memnfasilitasi pelaksanaan program kerja forum anak atau lembaga anak lainnya.

a�?Ada sekolah luar biasa gratis, bagi rekan-rekan kami yang tuna rungu, tuna netra atau anak berkebutuhan khusus,a�? ujarnya.

Mereka juga menginginkan, agar pemerintah menyiapkan jalan yang aman bagi anak, memperbanyak petunjuk jalan dan trotoar, memperbanyak taman bermain anak dan keluarga, serta taman belajar. Selanjutnya, melaksanakan pentas seni dan budaya secara simultan. Lalu, memperbayak sumber informasi, majalah dan koran anak serta mempublikasikan berbagai kegiatan anak di media massa.

a�?Inilah keinginan dan harapan kami, agar ibunda Yohana dan ayahanda Suhaili mewujudkannya, demi masa depan kami semua,a�? ujar mereka.

a�?Har ini (Sabtu, kemarin) merupakan hari untuk anak-anak di seluruh Indonesia. Saya mengucapkan selamat hari anak nasional, dimana pun kalian berada,a�? sambung Yohana.

Berbagai keinginan dan harapan itu, kata Yohana agar disampaikan juga di pelaksanaan Musrembang desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Pemda harus menyediakan ruang dan waktu, bagi perwakilan anak-anak untuk tampil.

a�?Permudahkan mereka juga untuk mendapatkan akta kelahiran, tidak boleh dipersulit dan berbelit-belit. Jauhi mereka dari aksi pornografi dan kekerasa,a�? serunya.

Puncak hari anak nasional di Bencingah pun, ditutup dengan penandatangan gugus tugas Pemkab Loteng sebagai daerah layak anak. Kemudian, digelar kunjungan lapangan ke SMA 1 Praya, taman bermain dan Puskesmas Praya.(Dedi Shopan Shopian / r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka