Ketik disini

Headline Metropolis

Candu Itu Bernama Game Online

Bagikan

Keberadaan game online makin menjamur. Mulai di layar komputer hingga di layar smartphone. Ini pun dianggap biasa. Padahal, bahaya dari game online ini sangat nyata.

***

MASYARAKATA�di hampir seluruh belahan dunia sedang demam game online Pokemon Go. Termasuk di Kota Mataram. Namun, jauh sebelum Pokemon Go ini keberadaan game online sudah merasuki pikiran lapisan kalangan masyarakat, terutama remaja dan anak muda. Misalnya saja seperti, Dota, Counter Strike, Clash of Clans (COC), dan yang lainnya.

Melihat animo masyarakat yang begitu tinggi beberapa perusahaan software berlomba-lomba menciptakan berbagai macam game online. Tentunya demi mengumpulkan pundi-pundi dollar dan rupiah. Terlepas nanti bagaimana akibatnya, mereka tidak peduli. Yang penting untung.

Bukan hanya yang skala besar. Beberapa pengusaha game di Kota Mataram pun ikut kena imbasnya. Mereka yang sebelumnya banyak menyediakan jasa rental game offline seperti Play Station beramai-ramai pindah ke usaha game online.

a�?Saya pindah ke usaha game online. Karena saya lihat peluangnya sangat menjanjikan. Anak-anak dia Mataram lagi senang main game online,a�? kata Andri, salah seorang pengusaha jasa rental game kepada Lombok Post.

Dijelaskannya, trend di Kota Mataram saat ini mulai beralih. Dari yang sebelumnya lebih senang menggandrungi game offline kini lebih senang dengan game dunia maya. Bahkan, untuk mewadahi trend ini, Andri juga harus pandai memutar otak. Ia menyiapkan turnamen khusus bagi penggemar game ini.

a�?Biar ramai, karena ini kan mereka berlomba-lomba. Dampaknya ya nanti mereka bakal sering bermain untuk latihan,a�? katanya.

Mereka yang sudah terjerat masuk ke dalam dunia game online biasanya akan susah keluar atau lepas dari game ini. Dari hari ke hari, mereka akan terus masuk di dalamnya. Intensitasnya pun tak jarang mulai meningkat.

a�?Karena ini seru. Kita nggak main sendirian tapi ramai-ramai. Ada sensasi petualangan dan kepuasan yang tidak bisa dijelaskan,a�? jelas Emy, salah seorang pelajar di Kota Mataram. Dia mengungkapkan, senang bermain game online perang yakni Dota. Dalam sehari bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game ini.

Ia mengaku tidak pernah merasa bosan. Karena game online selalu menarik untuk dimainkan. Akibatnya, dari hari ke hari ia tidak bisa lepas dari game ini. Dia merasa seolah game ini menjadi bagian dari dunianya. Tidak afdhol rasanya jika sehari saja tidak bermain game online.

a�?Saya sudah lama menantikan bisa main game ini lagi. Soalnya beberapa waktu lalu lagi ujian. Makanya fokus ujian dulu selama beberapa minggu. Ini baru bisa main lagi,a�? aku Imran, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Mataram kemarin saat ditemui di salah satu stasiun game online.

Bagi mahasiswa semester enam ini, game online tentu memiliki dampak positif dan negatif. Tergantung bagaimana cara orang memandangnya. Baginya, bermain game online hanya hiburan di saat penat. Selain untuk mengisi kekosongan waktu.

a�?Kalau lagi sedang ada kegiatan ya mainnya jarang sih,a�? ujarnya.

Namun, ia juga mengakui ada beberapa dampak negatifnya. Misalnya saja, sering lupa diri kalau sudah keasyikan main game ini. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer atau layar smartphone.

a�?Iya kadang-kadang seperti itu,a�? akunya sambil tersenyum.

Dengan kondisi yang seperti ini, Dikpora Kota Mataram telah mengambil beberapa langkah untuk menhindarkan anak dari kecanduan game online. Melalui pihak sekolah, Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram H Sudenom telah menghimbau siswa untuk tidak larut terjebak bermain game online.

a�?Saya minta sekolah melalui guru untuk menghimbau siswa untuk tidak bermain game online, terutama Pokemen Go,a�? tegas Sudenom.

Dijelaskannya, dalam ospek beberapa waktu lalu, siswa dibekali dengan berbagai pemahaman oleh pihak sekolah. Termasuk di antaranya untuk menghindari kebiasaan bermain game online. Karena masih banyak kegiatan positif lainnya yang bisa dilakukan ketimbang hanya bermain game.

a�?Termasuk orang tua serta wali murid juga telah kami kumpulkan. Kami minta mereka untuk lebih memperhatikan anak-anaknya,a�? papar dia.

Sinergi pihak sekolah dan orang tua diyakini Sudenom menjadi langkah yang tepat untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya game online. Di usia yang rentan akan pengaruh, orang tua dan sekolah harus bisa mengontrol dan mengarahkan siswa menuju kegiatan dan hal yang positif.

Psikolog Universitas Mataram Pujiarohman Rahadi menjelaskan banyak dampak negatif dari game online. Jangka panjang diterangkan Puji, sapaan akrabnya, akan membangun konsep individualis seseorang. Lambat laun tingkat kesadaran dan kemampuan berpikir realistis seseorang akan terpengaruh ketika mereka sudah mulai ketergantungan terhadap game ini. Pembiasaan yang otomatis akan memberi efek tidak sadar seseorang akan menjadi lebih individualis.

a�?Ini tentu saja sangat mengancam kodrat manusia sebagai mahluk social,a�? paparnya.

Kategori maraknya masyarakat yang kecanduan game online lainnya masuk dalam kelainan Perilaku DSM 5. Ini salah satu termasuk dari bagian gangguan psikologi. Untuk itu, ia meminta para pemain game online harus berhati-hati.

a�?Orang masuk game, nyaman, mulai terbiasa, suka, dan akhirnya ketergantungan. Tahapannya biasanya seperti itu,a�? peringatnya.

Kehadiran game online dirasakan Puji berbahaya generasi muda. Ketergantungan dan keranjingan game ini akan menyebabkan penyakit psikologis dan rusaknya rasa sosial.

a�?Kesehatan itu ada empat, yakni fisik, mental, religi dan sosial. Ini sesuai Undang-undang Kesehatan tahun 2009. Jika salah satu di antaranya ada yang tidak beres, berarti individu tersebut merupakan pribadi yang tidak sehat,a�? jelasnya.

Remaja seharusnya lebih sering mengisi waktunya dengan kegiatan kumpul bersama. Siswa SMA, bisa menyibukkan diri dengan ikut ekstrakulikuler.

a�?Kalau anak kuliah bisa kumpul ikut organisasi. Itu bisa menjaga kodrat dan hakikat manusia sebagai mahluk sosial,a�? sarannya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram H Adnan Muchsin juga melihat adanya ancaman akibat maraknya game online. Karena itu pemerintah lanjut dia, harus segera mengeluarkan edaran, membatasi jam operasional pusat-pusat game online. Atau minimal mengingatkan pengelolanya, agar lebih selektif dalam memberikan layanan.

a�?Kalau mereka tidak mau dibatasi jam kerjanya, setidaknya mereka harus membatasi jam main anak-anak ke tempat mereka, kalau tidak ambil tindakan tegas,a�? kata Adnan.

Sayangnya lanjut dia, belum ada peraturan daerah yang mengatur secara khusus para pengusaha game online atau warnet. Termasuk dalam membatasi layanan, terutama pada anak sekolah.

a�?Kita memang butuh aturan, untuk mengantisipasi hal-hal negatif yang mengancam anak didik kita,a�? imbuhnya.

Sejak beberapa waktu lalu, ia sempat mendorong Dikpora Kota Mataram mengeluarkan himbauan pada orang tua murid, agar lebih ketat lagi mengawasi anak-anak mereka di luar jam sekolah.

a�?Dulu kami usulkan, ada jam pelajaran akhlak seusai magrib, sehingga anak-anak kita tidak keluruyan malam hari,a�? ulasnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Nyayu Ernawati, sangat menyayangkan jika ada warnet atau pusat-pusat game online yang tak selektif dalam memberi layanan.

a�?Jangan hanya cari untungnya saja. Coba bayangkan kalau itu anak-anak mereka, pasti mereka juga tidak mau anak-anaknya main game sampai larut malam,a�? kritik Nyayu.

Dirinya berjanji dalam waktu dekat akan membicarakan hal itu dengan Pemerintah Kota Mataram, agar segera mengeluarkan himbauan atau peringatan pada pemilik usaha. Sehingga mereka lebih mengedepankan aspek moral. Bukan hanya provit oriented saja.

a�?Kalau lihat anak pelajar, tolong dibatasi,a�? himbaunya.

Namun dirinya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pihak penyedia layanan warnet dan game online. Ada peran orang tua yang sebenarnya, lanjut Nyayu jauh lebih penting dalam mengontrol prilaku anak-anaknya. Pada prinsipnya, penyedia layanan warnet selama ini semangatnya positif untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai macam informasi penting. Tapi, akhirnya disalahgunakan oleh segelintir orang.

a�?Pengawasan orang tua yang utama, bagaimana cara mereka membangun komunikasi yang baik, sehingga anak-anaknya bisa memahami maksud mereka dengan baik,a�? tandasnya. (ton/cr-zad/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka