Ketik disini

Metropolis

Hari Anak Nasional Sukses, Jangan Lupa Substansinya!

Bagikan

MATARAMA�– Pelaksanaan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Mataram 23 Juli lalu berlangsung sukses. Ribuan anak-anak dari seluruh wilayah Indonesia antusias dan berbahagia merayakannya.

Apresiasi pelaksanaan HAN ini datang dari berbagai kalangan. Namun, kesuksesan acara ini diharapkan tidak membuat semua pihak terlena dan melupakan substansi acara.

a�?HAN ini pertama kali diselenggarakan di luar Jakarta. Saya rasa membanggakan karena berhasil menyatukan anak-anak dari seluruh wilayah Indonesia,a�? kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia, Seto Mulyadi.

Ia mengapresiasi dukungan para pejabat yang telah menyukseskan acara ini. Mulai dari Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi hingga Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang terlibat langsung bersama istrinya. Para pejabat pemerintah ini rela berpanas-panasan di bawah terik Matahari berbaur dengan anak-anak mengikuti perayaan HAN.

a�?Saya pikir ini perayaan HAN yang terbaik. Ini benar-benar menjadi pesta anak-anak,a�? kata dia.

Meski demikian, Kak Seto, sapaan karibnya tetap menyoroti subtansi dari kegiatan ini. Dia ingin deklarasi stop kekerasan terhadap anak-anak benar-benar dipahami seluruh lapisan kalangan masyarakat. Mengingat, saat ini kasus kekerasan terhadap anak-anak terus meningkat.

a�?Mulai dari kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual , penelantaran hingga pemanfaatan anak-anak ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak,a�? terangnya.

Untuk itu, semua masyarakat diminta menjadikan momentum HAN ini sebagai momen yang untuk menanamkan komitmen melindungi anak-anak Indonesia.

Di antaranya melindungi anak-anak dari pernikahan dini, prostitusi anak hingga kekerasan terhadap anak. Selain itu, ditegaskan juga melalui kegiatan ini masyarakat lebih sadar untuk bisa melindungi anak dari bahaya rokok.

Senada dengan itu, Ketua LPA Kota Mataram Nyayu Ernawati mengharapkan orang tua bisa lebih peduli terhadap anak-anak mereka. Orang tua dituntut bisa lebih berdamai dengan anak-anak.

a�?Karena tugas kita sebagai orang tua adalah melakukan apapun demi kebahagiaan anak,a�? jelasnya.

Di Kota Mataram, saat ini masih banyak kasus kekerasan terhadap anak. Mulai dari pemanfaatan anak menjadi pengemis, pekerja anak-anak, hingga penelantaran anak yang menyebabkan terjadinya gizi buruk.

Karenanya, pelaksanaan HAN di Kota Mataram, seharusnya dibarengi dengan penanganan dan perlindungan anak yang lebih baik. Sehingga mewujudkan Mataram menjadi Kota Layak Anak bukan hanya sekadar wacana. (ton/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka