Ketik disini

Sumbawa

Kasus DBHCHT Naik ke Tahap Penyelidikan

Bagikan

SUMBAWAA�– Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa terus menggenjot penanganan dugaan korupsi. baru-baru ini, kejari meningkatkan tiga kasus dari tahap pengumpulan data ke tahap penyelidikan.

Kajari Sumbawa Paryono mengungkapkan, tiga kasus itu yakni dugaan korupi PNPM Mandiri Labuhan Badas, dugaan penyimpangan DBHCHT Kabupaten Sumbawa tahun 2014, dan dugaan mark-up pengadaan satu unit ambulance emergency RSUD Sumbawa Tahun 2015.

a�?Ketiga kasus tersebut dinaikkan ke tahap penyelidikan karena telah ditemukan indikasi perbuatan melawan hukum,a�? terang dia.

Paryono menjelaskan, kasus pengadaan ambulance emergency RSUD Sumbawa sudah menuai titik terang. Itu berdasarkan keterangan sejumlah pihak yang telah dipanggil.

a�?Jika keterangan dari saksi tidak berubah dan ditemukan adanya bukti, baru lah statusnya dinaikkan ketahap penyidikan,a�? tegas dia.

Sementara, kasus DBHCHT masih perlu pendalaman. Prosesnya pun memakan waktu lama. Sebab pihaknya harus mendalami masing-masing bidang kegiatan dinas penerima.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah mendalami kegiatan di tiga dinas penerima.

a�?Sedangkan Kasus PNPM Mandiri Labuan Badas, masih ada keterbatasan. Karena orang yang terlibat tidak berada di tempat,a�? terangnya.

Seperti diberitakan, pengadaan satu unit ambulance emergency RSUD Sumbawa Tahun 2015 diduga tidak sesuai spesifikasi. Ambulance seharga Rp 2 miliar tersebut dianggarkan melalui APBD. Sedangkan, pengadaannya melalui Bagian Aset Setda Kabupaten Sumbawa. Sejumlah saksi terkait sudah dimintai keterangan.

Sementara, dalam kasus DBHCHT Kabupaten Sumbawa Tahun 2014 diduga terjadi penyimpangan dalam penggunaannya. Dana yang bersumber dari pusat sebesar Rp 7,3 miliar itu mengalir ke sejumlah SKPD.

Terakhir, kasus PNPM Badas juga diduga terjadi penyimpangan. Program yang menggunakan dana pusat dialokasikan kepada 64 kelompok. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka