Ketik disini

Praya

PDAM Lakukan Pemutihan Pembayaran

Bagikan

PRAYAA�– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah (Loteng), akhirnya mengeluarkan kebijakan pemutihan (penghapusan kewajiban), terhadap pelanggan yang dianggap tidak menerima layanan air bersih secara maksimal.

a�?Mereka yang benar-benar tidak mendapatkan air, selama berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun, yang diputihkan,a�? kata direktur umum PDAM Loteng Sahim, kemarin (24/7).

Untuk mengetahuinya, kata Sahim petugas PDAM akan melakukan pendataan ke seluruh pelanggan. Lalu, mencatatnya, kemudian para pelanggan harus mengikuti prosedur yang disiapkan PDAM. a�?Yang perlu saya tekankan adalah, kebijakan ini berlaku bagi pelanggan yang tidak pernah sama sekali mendapatkan air,a�? katanya.

Pemutihan, lanjut Sahim tidak berlaku bagi mereka yang mengalami kemacetan air hingga berminggu-minggu. Itu akan diketahui, melalui hasil kroscek di lapangan. Jumlah pelanggan yang akan dihapuskan kewajiban pembayarannya mencapai 1 persen, dari total 45.000 pelanggan yang tersebar di seluruh Loteng.

Sedangkan pelanggan lainnya yang menunggak pembayarannya, kata Sahim tetap dilakukan penagihan. Jika sampai batas waktu yang ditentukan, tidak diindahkan, maka PDAM terpaksa melakukan pemutusan sementara, hingga permanen. a�?Kendati demikian, Alhamdulillah sejak tahun 2011 lalu, kondisi kita sehat,a�? katanya.

Padahal, terang Sahim sejak PDAM berdiri, hingga sekarang perusahaan milik daerah tersebut, menjalankan kebijakan subsidi pembayaran air bersih setiap pelanggan. Harga pokok per kubik air bersih sebesar Rp 2.500, namun pelanggan membayar Rp 2.300 per hari. Artinya, PDAM mensubsidi pembayaran sebesar Rp 200 per pelanggan.

Rata-rata penggunaan air per pelanggan, tambah Sahim mencapai 16 kubik per bulan, dikalikan nilai subsidi dan total pelanggan, maka mencapai Rp 148,41 juta per bulan atau Rp 1,780 miliar per tahun. a�?Kendati subsidi berjalan, Alhamdulillah per tahun kita mendapatkan keuntungan antara Rp 1,2 miliar-Rp 1,3 miliar,a�? katanya.

a�?Berbicara keuntungan, kita baru 60 persen, belum sampai 80 persen atau masih di bawah standar aturan Kemendagri. Tapi, kita siap memberikan PAD,a�? lanjut Sahim.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Loteng M Tauhid meminta PDAM memperluas jaringan jangkauan air bersih di 139 desa/kelurahan di seluruh Loteng. Terhadap beberapa desa yang belum menikmati, PDAM harus menyiapkannya. Dengan cara, membangun pipanisasi, mengolah air bersih atau mencari sumber mata air baru.

a�?Kita berharap tahun 2018 atau 2019, para direksi PDAM mulai fokus mengejar target tersebut,a�? kata politisi partai Gerindra itu.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka