Ketik disini

Selong

Warga Tumpah Ruah, Pedagang Kebagian Rejeki

Bagikan

Hultah NWDI ke 81 dirangkaikan Haul ke-19 TGKH Zainuddin Abdul Majid di Anjani, Lombok Timur berlangsung meriah. Puluhan ribu jamaah memadati arena kegiatan, hal itu dimanfaatkan pedagang meraup keuntungan.

***

Mulai dari simpang empat Masbagik, sebuah papan penunjuk A�mengarahkan pengendara yang hendak menuju Kayangan agar berbelok melewati jalur Selong. Sejumlah polisi tampak berjaga, dengan mengarahkan setiap pengendara. Satu kilmometer menuju timur, tepatnya di perempatan Rempung, papan yang mengarahkan pengendara untuk berbelok mencari jalur alternatif kembali terpampang.

Sejumlah kendaraan tampak berjalan beriringan sangat perlahan. Dari lokasi itu, banyak warga yang sudah harus mulai berjalan kaki. Kendaraan yang mereka tumpangi tak lagi bisa menerobos lautan manusia yang sudah menyemut.

a�?Tidak mengapa, soalnya ini momen besar,a�? kata Rosidah, seorang ibu dengan sabar menggendong anaknya yang masih balita.

Dari lokasi itu, ia masih harus berjalan kaki hingga dua kilometer. Tujuannya sama dengan masyarakat lain yang juga membuat lautan manusia di jalan negara pagi itu. Mereka hendak menghadiri acara puncak Hultah NWDI ke-81 dan Haul TGKH Zainuddin Abdul Majid ke-19. Dari lokasi inti, kerumunan manusia tampak makin menyemut. Jumlahnya mencapai puluhan ribu, bahkan tak sedikit yang mengatakan menembus angka seratus ribu orang. Mereka adalah para jamaah NW Anjani yang hendak menyemarakkan kegiatan ormas terbesar di NTB itu.

Masa yang datang dari berbagai penjuru Lombok bahkan ada juga perwakilan 21 Provinsi. Hal ini dijadikan sebagai ajang silaturahmi dan A�konsolidasi. Termasuk juga untuk melihat para penerus TGKH Zainuddin Abdul Majid yang dicintai. a�?Mau dengar ceramah TGB (TGKH Zainuddin Atsani) sama Umi (Hj. Siti Raehanun),a�? kata Ahmad Yani, seorang warga yang datang jauh dari Mataram.

Massa yang begitu banyak itu rupanya menjadi berkah tersendiri bagi ratusan pedagang yang juga menyemuti lokasi acara. Ada yang membangun lapak di sepanjang kiri dan kanan jalan lintas Anjani. Menginap sejak satu, dua, bahkan tiga malam sebelum kegiatan dilakukan demi meraih keuntungan berlipat. Pedagang asongan juga jumlahnya tak kalah banyak. a�?Keuntungannya banyak jualan di sini, walau hanya dua hari,a�? kata Mujahidin, seorang penjual jam tangan asal Masbagik.

Aneka barang kemarin lengkap tersaji di sana. Ada makanan, mulai dari tradisional semisal timbung hingga es krim dan burger yang lebih modern. Aneka pakaian dari kaos, celana, jaket, hingga baju gamis juga lengkap. Buah-buahanpun ada. Bahkan sayur mayur juga dijajakkan a�?Sambil jualan saya bisa dengar ceramah juga,a�? kata Ridwan, salah seorang jamaah yang berjualan bakso. (WAHYU PRIHADI bersambung/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka