Ketik disini

Kriminal

Pengamanan Pawai MTQ Dimatangkan

Bagikan

MATARAM – Tim gabungan Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan instansi terkait menggelar geladi pengamanan Pawai Taa��aruf, kemarin (25/7).

Karo Ops Polda NTB Kombes Pol I Dewa Putu Maningka Jaya mengatakan, geladi ini dilakukan untuk menggambarkan pengamanan. Selain itu, untuk menguji jalur yang akan dilalui oleh para kafilah yang diarak menggunakan mobil hias.

a�?Kita ingin melihat gambaran pelaksanaan pawai ini. Agar pelaksanaan dapat berjalan lancar,a�? kata Maningka saat ditemui sebelum geladi dilaksanakan.

Selain itu, kegiatan pawai ini juga dapat mengundang antusias masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam even dua tahunan tersebut. Karena, tanpa dukungan masyarakat, even ini tidak akan terlihat megah dan meriah.

a�?Momen pawai ini dapat dijadikan sebagai penarik minat masyarakat,a�? jelasnya.

Setelah pawai selesai,seluruh peserta pawai akan berkumpul di Islamic Center. Sementara itu, untuk pengamanannya, Polda NTB sifatnya membantu Polres Mataram. Karena kegiatan MTQ Nasional ke-26 ini, dipusatkan di wilayah satuan pengamanan Polres Mataram, yakni di Islamic Centre NTB.

Sehubungan dengan itu, Kabag Ops Polres Mataram Kompol Mujahidin mengatakan pihaknya telah menyiagakan ratusan personel dengan BKO dari Polda NTB maupun stakeholder pengamanan lainnya.

“Ada ratusan personel yang disiapkan, jumlahnya belum dapat kami pastikan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, kembali Mujahidin menjelaskan, jalur yang akan dilewati para peserta Pawai Ta’aruf ini belum dapat dipastikan. Karena, pihak pemprov rencananya akan mengubah jalur.

“Jadi masih ada perubahan dari rencana sebelumnya, itu berdasarkan permintaan dari pihak pemerintah,” kata mantan Kapolsek Kuta itu.

Pada rencana sebelumnya, jalur untuk Pawai Ta’aruf bagi pejalan kaki, akan dimulai dari sebelah utara Lapangan Sangkareang hingga berakhir di Patung Bundaran Karang Jangkong. Sedangkan untuk pawai mobil hias, akan melintas dari depan Kantor Dishubkominfo NTB dan berakhir di depan Pura Taman Mayura. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka