Ketik disini

Kriminal

Polisi Pantau Keluarga Santoso di Bima

Bagikan

MATARAM– Polisi tetap meningkatkan kewaspadaan meskipun pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso telah tewas tertembak di Tambarana, Poso Pesisir Utara Senin (18/7) lalu.

Untuk itu, polisi tetap melakukan pengawasan secara intensif disekitaran rumah keluarga penggerak MIT tersebut. Seperti diketahui Santoso memiliki kedekatan dengan warga di Bima. Hal ini mengingat Ummi Delima alias Jumiatun, istri Santoso berasal dari Bima, NTB.

a�?Kita tetap lakukan monitoring terhadap rumah keluarga mereka,a�? kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti saat ditemui di ruangannya,kemarin (25/7).

Ketika koran ini menanyakan terkait bentuk monitoring tersebut, Tri Budi enggan memberikan jawaban rinci. a�?Monitoring itu sudah terkait dengan rahasia. Jadi, tak boleh disebutkan,a�? jelasnya.

Selain melakukan monitoring, kata Tri Budi polisi juga melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar. Pendekatan itu dilakukan dengan memberikan pemahaman anti radikalisme secara intens dan massif.

a�?Kita juga lakukan pendekatan. Dengan memberikan pemahaman anti radikal,a�? jelasnya.

Untuk melancarkan misi tersebut, polisi melibatkan Babinkamtibmas yang bertugas disana. Karena, anggota yang berada dikawasan tersebut yang lebih mengetahui karakter masyarakat.

Tri Budi menegaskan, sampai saat ini pemantauan masih terkendali. Seluruh kawasan itu masih aman.

a�?Tidak ada gangguan apapun. Aman-aman saja kok disana,a�? cetusnya.

Namun demikian sambungnya, polisi tidak bisa bekerja sendirian tanpa didukung oleh semua pihak. Untuk itu, perlu adanya keterlibatan langsung dari masyarakat. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka