Ketik disini

Headline Metropolis

Jual Aset di Bandara, Pemprov NTB Tunjuk Tim Independen

Bagikan

MATARAM – Nilai aset Pemprov NTB di Lombok Internasional Airport (LIA) belum juga ditentukan. Appraisal yang sejak lama diwacanakan tak kunjung terealisasi karena berbagai alasan. Alhasil, penerimaan kontribusi dari Angkasa Pura (AP) I pun terus menerus tertunda.

“Kita tetap akan tagih kontribusi dari AP 1 tetapi kita harus tunggu hasil appraisalnya dulu,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB H Supran.

Sejak awal tahun ini, Pemprov dan AP I sudah sepakat menunjuk DJKN untuk melakukan appraisal terhadap aset Pemprov di LIA. Namun, appraisal itu terus menerus tertunda karena berbagai alasan.

Terakhir, menurut Supran, pemprov mengurungkan niat untuk meminta DJKN melakukan appraisal. Alasannya, DJKN hanya bisa melakukan appraisal untuk keperluan pemindahtanganan aset, tidak dalam konteksi penentuan besaran kontribusi.

Sementara, posisi pemprov sendiri, hingga saat ini, belum memutuskan untuk menjual aset daerah ke AP I. “Kalau kita meminta DJKN untuk appraisal artinya kita sudah positif mau pindahtangankan aset itu. Sementara, kita belum ada keputusan sampai sana,” jelasnya.

Untuk itu, Pemprov pun memutuskan untuk menunjuk pihak independen guna melakukan appraisal tersebut. “Kita tunjuk tim appraisal independen yang tentunya berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Keuangan juga,” katanya.

Hasil appraisal tim independen itu nantinya dijadikan dasar nilai aset Pemprov di LIA. Selanjutnya, baru bisa ditentukan berapa besar kontribusi yang perlu dibayarkan AP 1 kepada Pemprov NTB.

“Ketika sudah keluar appraisal itu, baru kita tindaklanjuti pembahasan apakah kita mau jual aset daerah di LIA atau tidak,” jelasnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka