Ketik disini

Praya

PKL di Pusat Pertokoan Praya Akhirnya Angkat Kaki

Bagikan

PRAYA – Para pedagang di pusat pertokoan Praya, Lombok Tengah (Loteng), akhirnya angkat kaki. Mereka dengan sukarela membawa barang dagangan dan perlengkapan lainnya, menuju lokasi baru di terminal Renteng.

a�?Karena setahu saya, Satpol PP memberikan deadline sampai 27 Juli (Rabu, kemarin),a�? kata Kepala Dinas Koperindag H Amir Husen pada Lombok Post, kemarin(28/7).

Jika melewati waktu itu, kata Amir maka Satpol PP terpaksa melakukan tindakan represif. Karena di satu sisi, Dinas Koperindag dan Pekerjaan Umum (PU), mulai menyiapkan master plan pembangunan lapak baru, di pasar Renteng.

Dengan harapan, mereka membaur dengan ratusan pedagang lainnya.

Anggaran pembangunannya, lanjut Amir sudah disiapkan di APBD perubahan tahun ini. Di tempat yang baru, 96 pedagang yang direlokasi tersebut, akan mendapatkan fasilitas, sarana dan prasarana lengkap dari pemerintah. Sementara tempat lama, akan ditata dan disulap menjadi area parkir.

Selama mereka berdagang di pusat pertokoan Praya, katanya Diskoperindag maupun Dinas Pendapatan (Dispenda) setempat, tidak pernah memungut retribusi sedikit pun. Mereka diberikan kebebasan untuk berdagang Namun, dengan syarat mereka harus pindah, begitu lahan itu dibutuhkan pemerintah.

a�?Inilah saatnya kami membutuhkan lahan itu. Karena, kalau Kota Praya kotor, kumuh dan semerawut, maka siapa yang mau datang ke Praya,a�? kata Amir.

Program penataan pusat pertokoan Praya, tekannya bukan karena pelaksanaan MTQ tingkat nasional. Melainkan, murni program Pemkab yang tersusun sejak lama. Beberapa kali, kata Amir Diskoperindag dibantu Satpol PP, melaksanakan sosialisasi. Namun, para pedagang enggan meninggalkan tempat.

Puncaknya, tambah Amir Pemkab melalui Satpol PP memberikan batas waktu.

a�?Alhamdulillah, relokasi berjalan lancar dan aman. Tinggal, sekarang kita pikirkan bagaimana pola penataan di area terminal Renteng dan pasarnya saja,a�? katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas PU dan ESDM HL Rasyidi. Dikatakannya, Dinas PU tetap didepan bersama Diskoperindag menyiapkan fasilitas yang diinginkan pedagang.

Dibantu, Dinas Hubkominfo menyangkut keberadaan terminal Renteng. Harapannya, terminal tersebut, bisa dimanfaatkan untuk perluasan pasar.

a�?Kalau bisa, kita buat dua lantai, kita tata sedemikian rupa. Sehingga, tidak seperti sekarang, kelihatan jorok dan kotor,a�? katanya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka