Ketik disini

Headline Tanjung

BPD Minta Kepala Desa Malaka Diberhentikan

Bagikan

TANJUNG – Terjaringnya Kades Malaka dalam operasi pekat yang digelar Satpol PP NTB beberapa waktu lalu rupanya berbuntut panjang. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Malaka meminta pihak kecamatan untuk memroses masalah tersebut.

a�?Tadi beberapa orang dari BPD memang datang ke sini (kantor camat). Mereka meminta masalah ini diproses,a�? ujar Camat Pemenang Fahri, kemarin (29/7).

Ditambahkan, dalam pertemuan itu, BPD meminta agar kades Malaka yang bersangkutan diberhentikan. a�?Intinya mereka itu konsultasi dan meminta kades ini diberhentikan. Tetapi kami belum bisa memutuskan,a�? tandasnya.

Menurut Fahri, pihaknya belum bisa menindaklanjuti permintaan BPD tersebut. Kecamatan dalam hal ini memberikan waktu kepada BPD untuk bermusyarawah kembali.

a�?Silakan BPD musyawarah dulu dengan tokoh-tokoh di sana. Kami belum bisa mengambil tindakan selama belum ada laporan tertulis,a�? katanya.

Tetapi sebelum membuat laporan tertulis, Fahri menghimbau BPD untuk mengumpulkan informasi yang akurat di Satpol PP NTB. Apakah benar kades yang bersangkutan terjaring razia pekat.

a�?Sekarang BPD belum punya dasar apa-apa. Saran saya silakan BPD gali informasi ke Satpol PP NTB selaku pihak yang melakukan razia,a�? imbuhnya.

Lebih lanjut, Fahri mengungkapkan pihaknya sudah berbicara langsung dengan kades Malaka tersebut. Kades Malaka mengaku, saat razia berlangsung dirinya sedang berada di restauran, bukan di dalam kamar hotel.

a�?Kita sudah sampaikan persoalan ini ke pemkab dan sarannya sama dengan saran kami,a�? katanya.

Terpisah Kabag Pemerintahan Setda Lombok Utara Irnadi Kusuma membenarkan sudah mendapatkan laporan dari kecamatan terkait permintaan BPD Malaka tersebut. a�?Kita sarankan untuk diselesaikan di kecamatan dulu,a�? pungkasnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka