Ketik disini

Headline Praya

Bupati Lombok Tengah Minta Predator Anak Dihukum Berat

Bagikan

PRAYA – Maraknya kasus  pencabulan anak di bawah umur, di Lombok Tengah (Loteng), membuat sejumlah pihak mulai menyoroti permasalahan tersebut. Mereka menilai, Loteng bisa dikatakan darurat pelanggaran pelecehan seksual terhadap anak.

“Yang mencuat di publik itu, hanya sebagian kecil saja,” kata Ketua Formapi Loteng Ikhsan Ramdhani, kemarin(29/7).

Kendati demikian, kata Ramdhani tugas semua pihak untuk menjaga dan melindugi para generasi penerus bangsa itu, dari predator anak. Karena, mereka tidak mengenal tempat dan situasi, sewaktu-waktu mereka dapat mengancam masa depan anak.

“Kemajuan teknologi merupakan, salah satu penyebab anak rentan dengan pelecehan seksual,” kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli, terpisah.

Di satu sisi, kemajuan itu, diakuinya tidak diimbangi dengan bimbingan dari orang tua dan sekolah. Sehingga, anak terjebak dengan ulah predator.

Upaya yang segera dilakukan pemerintah adalah, menggalakkan sosialisasi stop kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak kemudian mengajak pemerintah desa dan dusun ikut berperan aktif.

“Pemerintah mengutuk keras segala tindak dan tanduk pelecehan seksual terhadap anak. Mereka yang terbukti sebagai terduga pelaku, wajib diberikan hukuman setimpal dan seberat-beratnya,” sambung Bupati HM Suhaili FT.

Hukuman, tambahnya tidak boleh pandang bulu. Bila perlu disesuaikan dengan ketentuan aturan terbaru, tentang hukuman kebiri atau mati, tidak boleh diberikan kata maaf.

Sebaliknya, jika terduga pelakunya anak-anak, maka harus diberikan pembinaan ketat dari orang tua, aparat hukum dan lembaga berwenang lainnya. “Sekali lagi, saya ketuk keras,” tegas orang nomor satu di Loteng tersebut.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka