Ketik disini

Headline Metropolis

Demi MTQ, Bocah Ini Rela Berdesakan dengan Kursi Roda

Bagikan

MTQ tingkat Nasional XXVI tahun 2016 disambut warga. Sejak dua hari terakhir, mereka tumpah ruah ke jalan. Termasuk saat pawai taaruf kemarin. Antusiasme warga tak terbendung.

***

SIANG kemarin (29/7) ribuan manusia memadati Jalan Langko dan Jalan Langko. Semua mata tertuju pada arak-arakan mobil hias milik rombongan peserta MTQ dari 34 provinsi se-Indonesia. Kehadiran tamu-tamu istimewa ini membuat warga Mataram tumpah ruah ke jalan, melambaikan tangan menunjukkan keramahan sang tuan rumah.

Mobil-mobil hias yang menonjolkan budaya khas masing-masing daerah menjadi daya tarik tersendiri. Seperti Bunga Raflesia dari Bengkulu, musik dan pakaian khas Papua, miniatur masjid dari berbagai daerah, musik Gamelan dari Bali, dan rombongan dari NTB.

Warga rela berdesak-desakan. Ada yang naik ke atas jembatan layang, ada juga yangA� memanfaatkan momen ini untuk selfie dan berpose bersama.

Tua, muda dan anak-anak turut memeriahkan pawai ini. Tidak terkecuali Rizaldi, anak berkebutuhan khusus berusia 13 tahun. Ia rela berdesak-desakan menggunakan kursi roda untuk bisa merasakan sensasi kemeriahan MTQ. Dengan bantuan sang ibu, siswa SDN 48 Tanjung Karang nampak semangat menyaksikan pawai taaruf.

Salah seorang peserta dari Papua menghampiri dan menyapanya. Rizaldi tidak tinggal diam dan mencoba membunyikan gendang dari Papua itu.

a�?Senang sekali,a�? kata Rizaldi riang di atas kursi rodanya.

Meski memiliki keterbatasan fisik, bocah kelas V SD ini tidak ingin melewatkan momen bersejarah ini. Bahkan sejak semalam, ia juga terus minta diantar jalan-jalan melihat lokasi MTQ di Islamic Center. Ia mengaku, penasaran dan ingin merasakan kegembiraan yang tengah dirasakan sebagian masyarakat NTB saat ini.

Dalam pawai ini, ia semakin mengenal keberagaman budaya di masing-masing daerah. Hal akan menjadi pengalaman tidak terlupa baginya.

Nurhayati ibu dari Rizaldi mengaku, meski kewalahan mendorong kursi roda di antara kerumunan warga. Namun ia tetap lakukan karena anak semata wayangnya itu ingin juga bergembira seperti yang lain. Demi cintanya pada sang buah hati, Nurhayati mengaku menutup dagangannya seharian agar bisa menemani Rizaldi.

a�?Kasihan dia kalau harus diam di rumah terus,a�? katanya.

Ia menuturkan, anaknya cacat setelah mengalami kecelakaan saat berusia enam tahun. Dia ditabrak tukang ojek sehingga merusak sistem syarafnya. Meski demikian, ia tidak ingin membuat sang anak putus asa. Ia ingin agar anaknya terus bisa berkembang seperti temannya yang lain.

Nurhayati berharap, dengan menyaksikan MTQ Nasional ini, anaknya suatu saat juga bisa ikut rombongan pawai dan menjadi peserta dalam MTQ. Minimal menjadi pembaca atau penghafal Alquran yang baik.

a�?Momen MTQ ini saya rasa adalah momen yang tepat untuk mengembalikan semangatnya,a�? ujar istri Andi Wibowo ini. (SIRTUPILLAILI/Mataram/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka