Ketik disini

Headline Praya

Pelabuhan Awang Kekurangan Listrik dan Air Bersih

Bagikan

PRAYA – Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang di Desa Mertak, Pujut Lombok Tengah (Loteng) sudah beroperasi. Hanya saja, masih banya yang kurang.

Seperti air bersih belum tersedia maksimal, daya listrik yang harusnya 250 ribu watt, justru terpasang 160 ribu watt, begitu pula pengolahan es batu.

a�?Walau pun kondisinya seperti itu, kita operasikan saja seadanya,a�? kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Loteng, Maulana Razak pada Lombok Post, kemarin(29/7).

Untuk air bersih, kata Maulana PDAM tidak mampu mengaliri air bersih dari sumber pengolahan, menuju Teluk Awang. Alasannya, karena kondisi medan, ditambah biaya besar. Untuk mensiasatinya, PDAM akan menggandeng investor, guna membangun alat penyulingan air. a�?Begitu pula daya listrik,a�? katanya.

Masalah yang satu itu, lanjutnya manjadi pekerjaan yang harus cepat diselesaikan. Mengingat, listrik menjadi salah satu penunjang utama beroperasinya PPN. Saat ini, daya listrik yang baru terpasang mencapai 160 ribu watt, Namun, idealnya 250 ribu watt. a�?Kekurangan daya itu, sudah kita sampaikan ke PLN,a�? katanya.

Berikutnya, kata Maulana permasalahan pabrik pengolahan es batu. Saat ini, produksi es batu masih berkapasitas 5 ton per harinya, itu pun baru es curah. Idealnya, diproduksi 10-15 ton per hari. a�?Es curah kurang diminati para nelayan. Karena, tidak bisa bertahan sampai seminggu,a�? katanya. Es batu, terangnya digunakan untuk membekukan hasil tangkapan laut, sehingga bertahan lama.

a�?Kalau memang tidak memenuhi kebutuhan pasar, kita berharap pengelolaan es batu dipihak ketigakan saja,a�? ujarnya.

Sedangkan secara kontruksi, kata Maulana ada yang sudah rampung dan masih berjalan. Salah satunya, reklamasi yang ditargetkan mencapai 15 haktare (ha).

Namun, baru berjalan 9 ha. Pemkab pun berharap, di tahun 2017 mendatang bisa diselesaikan semua, sehingga dibangun kembali fasilitas pendukung lainnya.

Saat ini, tambahnya tiga dermaga sudah melayani kapal ukuran kecil, sedang maupun besar. Untuk dermaga satu dapat digunakan para nelayan dan tempat penyandaran kapal penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM. Pangkalan SPBU, disiapkan melalui APBD dan dikelola koperasi bina bahari atau warga setempat. Sementara, dermaga dua dapat menampung kapal dengan ukuran 100 GT (Gross Ton), dengan kedalaman kolam labuh mencapai 3 meter.

a�?Sedangkan, dermaga tiga bisa bersandar kapal ukuran besar mencapai 300 GT,a�? katanya.

a�?Kalau fasilitas lain seperti, jaringan telekomunikasi, keamanan, tempat pelelangan ikan (TPI) dan perkantoran, sudah bisa digunakan,a�? tambah Maulana.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka