Ketik disini

Metropolis

Penataan Signage Harus Diperhatikan

Bagikan

MATARAMA�– Pengelolaan tata kota yang baik tidak terlepas dari teraturnya signage kota. Signage merupakanA� tanda atau sistem pertandaan atau simbol. Misalnya papan reklame, neon box, baliho, spanduk, dan lainnya. Keberadaan signage tidak terlepas dari peran serta masyarakat sebagai objek konsumsi. Inilah yang menurut Kepala Dinas Tata Kota, Kota Mataram HL Junaidi harus diperhatikan.

a�?Karena penempatan signage sering kali menggunakan ruang publik perkotaan,a�? jelasnya.

Keberadaan signage dijelaskannya memberi dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat dan kota itu sendiri. Positifnya, dengan adanya signage masyarakat dapat mengetahui informasi-informasi dan mengetahui ciri khas dari suatu kota.

Namun, dampak negatifnya signage yang tidak tertata dengan baik dan bertebaran di mana-mana akan menyebabkan pencemaran visual. Sehingga dapat menyebabkan menurunnya estetika. Inilah yang mulai terjadi di Kota Mataram.

a�?Seringkali yang menjadi masalah adalah pengaturan tempat pemasangan iklan yang terkadang mengganggu kualitas wajah kota dan ruang publik,a�? jelas Junaidi.

Khusus di Kota Mataram signage yang kini memadati kota kebanyakan berupa tugu, penunjuk arah, baliho, spanduk, lampu taman, peta Kota Mataram, hingga layar LCD raksasa. Semakin memasuki pusat kota, maka semakin tampak jelas ciri dari Kota Mataram. Seperti saat memasuki Jalan Pejanggik maka banyak ditemui signage berupa Islamic Center serta tugu Taman Sangkareang yang merupakan salah satu simbol dari Kota Mataram. Ada juga terdapat peta Kota Mataram yang menjadi petunjuk bagi para wisatawan.

Selain itu terdapat patung yang berada di Bundaran Karang Jangkong. Semakin ke arah timur menuju pusat perdagangan Cakranegara maka akan semakin banyak signage yang akan ditemui, adapun signage yang ada berupa, spanduk, neon box, baliho dan Layar LCD besar.

a�?Untuk konsep perencanaan signage harus dipegang oleh pemerintah. Khusus di Kota Mataram penyelenggaraan reklame dipegang oleh BPMP2T Kota Mataram,a�? terangnya.

Sebagaimana diatur dalam Perda Kota Mataram Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Reklame.A� (sumber www.mataramkota.go.id). a�?Karena jika diserahkan kepada pihak advertising atau jasa iklan, maka akan terbentuklah signage yang tidak teratur,a�? sambung Junaidi. Jika pemerintah yang mengatur maka perlu ditentukan standar ukuran, proporsi, material, warna, tekstur dan elemen lainnya. Kalau pemerintah mampu mempersiapkan konsep signage ini dengan baik, maka visual kota menjadi baik dan teratur.

Saat ini BPMP2T berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan memiliki terobosan baru yaitu papan reklame yang terdiri dari satu tiang dengan empat papan reklame. Seperti yang terlihat di Jalan Pancausaha. Hal ini sangat efektif agar reklame-reklame tidak merusak visual Kota Mataram yang berada di ruang publik. Pentingnya peran pemerintah untuk mengatur penataan signage adalah untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat umum. (ton/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka