Ketik disini

Feature Metropolis

Dewan Hakim MTQ XXVI Pastikan Jaga Integritas

Bagikan

MATARAM – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 di NTB akan menjadi panggung unjuk kebolehan 1.193 peserta dari seluruh Indonesia. Mereka akan berlomba menjadi yang terbaik di tujuh cabang lomba.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemeterian Agama, sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) RI Mahasin dalam keterangan pers sebelum pembukaan MTQ Nasional menyebutkan, tadinya peserta yang mendaftar dalam MTQ Nasional ke-26 ini sebanyak 1.303 orang.

Tapi setelah diverifikasi, yang lolos seleksi administasi sebanyak 1.200 orang peserta. Setelah itu, kembali dilakukan verifikasi fisik atau pendaftaran ulang pada tanggal 29 Juli. Ternyata hanya 1.193 orang yang mendaftar ulang, sementara 7 orang tidak mendaftar, tidak datang sehingga dianggap mengundurkan diri.

”Jadi peserta sebanyak 1.193 peserta karena ada tujuh (orang) yang tidak hadir,” katanya, Sabtu (30/7).

Tema MTQ Nasional XXVI 2016 ini adalah mewujudkan revolusi mental dalam rangka pengamalan Islam rahmatan lil alamin. Tema ini mengangkat revolusi mental yang merupakan program Nawacita Presiden Joko Widodo. Poin yang ditekankan adalah integritas dan kejujuran. Kepada dewan  diharapkan betul-betul menjaga MTQ tahun ini agar tidak ternodai oleh hal yang tidak pantas dilakukan.

Dewan Hakim akan dipimpin Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Qori-Qoriah dan Hafiz Hafizah (IPQOH) Said Agil Husin Almunawar, sementara dewan pengawasnya adalah Mubarak, mantan Dirjen Haji, sekarang  Ketua Badan Pelaksana Masjid Istiqlal.

Mahasin menyebutkan, ada tujuh cabang yang dilombakan yakni tilawah (pembacaan Alquran), tahfiz (hafalan Alquran), tafsir Alquran, fahmil (pemahaman Alquran), Syarhil Alquran, lomba penulisan makalah ilmiah Alquran, dan cabang khath atau menulis indah Alquran. Tujuh cabang itu dibagi menjadi 18 golongan, ada yang individual dan secara kelompok. Dengan juara 1,2,3 dan juara harapan.

Salah satu cara menjaga kejujuran dalam lomba,  akan diputus hubungan dengan pihak luar selama bekerja. Alat komunikasi akan disita sebelum masuk menjadi juri. Semua HP harus dikumpulkan, tidak boleh dibawa selama menjalankan tugas. Jika ada yang ditemukan membawa handphone, mereka akan diganti.

”Saat ini  dibuat sesteril mungkin, tidak boleh berhubungan dengan orang lain yang terlibat dalam perlombaan, peserta lomba MTQ atau saudaranya,” kata Mahasin.

Kemudian kertas untuk peserta dibuat khusus agar tidak bisa ditiru. Dengan metode pengamanan khusus, setelah kertas dicetak kemudian dimasukkan ke dalam amplop. Baru dibuka pada saatnya, 10 menit sebelum membaca Alquran, peserta  baru mendapatkan kertas itu.

”Selain itu juga ada dewan pengawas yang akan mengawasi semua pelaksanaan kerja dari ,” terangnya.

Penekanan pada integritas dan kejujuran ini merupakan bagian dari revolusi mental. Sementara poin tema Islam rahmatan lil alamin, artinya melalui MTQ bisa diterapkan karakter Islam yang damai, membawa kemaslahatan bagi umat manusia.

”Islam bukan hanya untuk orang sendiri, golongan sendiri, suku sendiri, tidak. Tapi Islam yang memberikan kesejukkan dan kasih sayang kepada seluruh umat manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Daerah MTQ Nasional XXVI 2016 H Muhammad Amin menambahkan, kegiatan ini sangat mulia dan sangat strategis dalam upaya membumikan Alquran. Kesempatan ini merupakan yang kedua setelah tahun 1973, NTB pertama kali menjadi tuan rumah MTQ. Pada saat itu, MTQ berlangsung cukup sukses meski dengan segala keterbatasan, baik dari sisi sarana prasarana dan fasilitas.

”Tapi dinilai cukup berhasil, karena itulah kami bertekad pelaksanaan kali ini harus lebih baik,” harapnya.

Dia mengatakan, NTB tentu ingin sukses baik sebagai tuan rumah penyelenggara dan juga sukses prestasi.

Selain itu, ada juga sukses secara ekonomi, dengan banyaknya tamu dari luar daerah tentu akan berdampak pada perekonomian. Dunia usaha akan bergerak, mulai dari pedagang kecil hingga pengusaha besar akan merasakan. Sehingga ekonomi kerakyatan bisa berkembang.

”Jujur kita deg-degan karena ini menyangkut kepentingan umat Islam membumikan Alquran,” kata Ketua DPW Partai Nasdem NTB ini.

Sementara itu, sebelum pembukaan Menteri Agama melantik Dewan Hakim yang merupakan unsur utama dari penyelenggaraan MTQ yang berkualitas. Mereka diharapkan mampu bekerja secara obyektif dan jujur selama pelaksanaan MTQ tingkat nasional ke 26 ini.

“Dewan adalah tumpuan harapan untuk menjaga kredibilitas MTQ,” kata Menteri Agama Lukman Saifuddin dalam sambutannya pada acara pelantikan majelis MTQ ke-26 di Hotel Golden Palace, kemarin.

Sebanyak 151 majelis ambil bagian pada MTQ tahun ini. Majelis  itu terdiri atas dewan, tim pengawas dan panitera MTQN XXVI. Mereka yang dilantik itu berasal dari berbagai latar belakang di antaranya ulama, dosen PTKIN, qori, hafidz serta kalangan ahli.

“Dari ajang ini, yang terpenting bukan hanya hasilnya tapi juga prosesnya. Dewan  adalah kunci untuk kesuksesan proses itu,” kata Lukman.

Untuk itu, ia meminta agar segenap Majelis  MTQN XXVI bisa menjaga kepercayaan dan kehormatan yang diamanahkan. Ia mengingatkan bahwa  sebagai perorangan maupun tim wajib menaati pedoman dan kode etik yang sudah ditetapkan.

“Keputusan dewan tidak dapat diganggugugat. Untuk itu, dalam melaksanakan tugas, pegang teguh asas kejujuran, obyektif, transparan, dan bertanggung jawab,” pesannya.

Ia menekankan, haram bagi dewan untuk diintervensi oleh pihak manapun. Majelis  harus tetap konsisten dalam memberikan penilaian. Mereka diminta untuk mengenyampingkan segala faktor subyektivitas yang bisa mempengaruhi peniliaian.

“Jangan terpengaruh oleh faktor kedaerahan, perguruan, atau faktor kesamaan lainnya,” tegas Lukman. (ili/uki/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka