Ketik disini

Metropolis

Ada Alquran Bersejarah dan Peninggalan Sunan Prapen

Bagikan

Di arena MTQ Nasional 2016 berlangsung pameran peradaban Islam. Di pameran ini dipampang sejumlah benda bersejarah. Apa sajakah?

***

SUASANAA�di lokasi pameran peradaban Islam di utara Islamic Center kemarin siang cukup ramai. Terik panas matahari yang menyengat tak membuat pengunjung pameran sepi. Hilir mudik pengunjung terlihat di pintu masuk.

Meski siang kemarin udara begitu panas, namun baru memasuki ruang pameran, udara dingin terasa berhembus. Udara dingin ini keluar dari mesin pendingin yang membuat seluruh ruang pameran terasa sejuk. Mekipun di dalam ruangan terlihat ratusan pengunjung sudah menyesaki ruangan.

Beberapa orang terlihat datang bersama keluarganya. Ada yang bahkan terlihat menggendong anak-anak. Ada juga kumpulan remaja yang datang bersama teman-teman mereka. Para remaja ini nampak asik mengabadikan momen dengan mengambil gambar menggunakan kamera handphonenya.

Di dalam ruangan terlihat berbagai benda dipamerkan. Mulai dari miniatur masjid, kerajinan, hingga barang-barang antik. Dari beberapa benda yang dipamerkan, ada sejumlah benda yang paling menyita perhatian. Ini dilihat dari kerumunan pengunjung yang berdiri di depan benda tersebut.

Benda yang paling banyak menyita perhatian para pengunjung ternyata merupakan Alquran. Namun bukan sembarang Alquran. Ini merupakan sejumah alquran yang mengandung nilai sejarah.

“Ini alquran yang ditulis dengan tangan. Ada juga kitab fiqih yang ditulis dari kertas kayu zaman dahulu serta Alquran dari bahan watermark buatan Eropa,” jelas Bunyamin, salah seorang petugas pameran.

Semua Alquran ini dijelaskan Bunyamin merupakan koleksi Museum NTB. Benda-benda ini merupakan saksi sejarah bagaimana masuknya Islam dari Pulau Jawa ke NTB.

“Ini merupakan Alquran yang sudah ada sejak abad ke-18,” terang pegawai Museum NTB ini. Dalam pameran ini, Bunyamin bertugas sebagai pemandu.

Selama pameran berlangsung, ia mengungkapkan, dari sekian banyak benda yang dipamerkan, tulisan naskah Babad Lombok Paling mencuri perhatian pengunjung. Naskah Babad Lombok merupakan naskah yang menceritakan bagaimana awal mula masuknya Islam ke Pulau Lombok. Itu tertulis dalam jejawan Bahasa Arab dan Bahasa Madta.

“Naskah ini menceritakan bagaimana di abad ke 16, Sunan Prapen diperintahkan oleh Sunan Giri di Jawa Timur untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Lombok, Bali, dan Sumbawa,” terangnya.

Dari naskah Babad Lombok diceritakan Bunyamin, Sunan Prapen menyebarkan Islam di Lombok sekitar tahun 1.545 M. Namun, baru sekitar tahun 1.600 M, Islam bisa diterima dan menyebar ke seluruh penjuru Pulau Lombok.

Dalam menyebarkan agama Islam, berbagai cara dilakukan oleh Sunan Prapen. Mulai dari menyebarkan agama lewat ceramah hingga menggunakan wayang.

“Di sini kami dari museum juga memamerkan wayang yang dulu digunakan Sunan Prapen dalam menyebarkan agama Islam,” ungkap Bunyamin, sambil menunjuk ke arah wayang yang dipamerkan.

Ada juga naskah khotbah Hari Raya Idul Fitri yang dipamerkan ketika di Lombok masih banyak penganut wetu telu. Di mana masyarakat melaksanakan ibadah salat tiga kali dalam sehari.

“Kita pamerkan di sini dengan harapan masyarakat bisa lebih mengetahui sejarah Islam di Lombok dan perkembangannya saat ini. Kami juga siapkan teks lengkap dengan penjelasannya,” jelas Bunyamin. (HAMDANI WATHONI/Mataram/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka