Ketik disini

Praya

Pembangunan Kantor Baru Bupati Loteng Dimulai 2017

Bagikan

PRAYA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM Lombok Tengah (Loteng), memastikan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Bupati (Loteng) sudah disiapkan.

Pengerjaan akan dimulai 2017-2020 mendatang, dengan anggaran sebesar Rp 210 miliar lebih.

a�?Pengerjaan pertama pembangunan gedung DPRD sudah kita laksanakan. Dengan begitu, kantor dewan segera dipindah ke lokasi baru,a�? kata Kepala Dinas PU dan ESDM HL Rasyidi pada Lombok Post, kemarin(31/7).

Karena, kata Rasyidi lokasi pembangunan kantor bupati, akan merobohkan dan memindahkan bangunan milik DPRD, hingga mengarah ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sarana pendidikan, kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), Dinas Dukcapil serta kantor PDE dan Arsip.

a�?Sehingga, total luas area kantor bupati mencapai 2,4 hektare (ha),a�? kata Kabid Cipta Karya Dinas PU dan ESDM Lalu Firman Wijaya, terpisah.

Menurut Firman, rencana luas area bangunan kantor tersebut, mencapai 40 persen. Sisanya, 60 persen digunakan untuk ruang terbuka hijau, lapangan upacara bendera dan parkir.

Perhitungan awal di tahun 2014 lalu, lanjutnya total anggaran yang dihabiskan untuk kantor Bupati HM Suhaili FT dan Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri itu, mencapai Rp 197 miliar lebih.

Namun, Pemkab bersama dewan melakukan perhitungan ulang, hingga ada kenaikan menjadi Rp 210 miliar lebih.A�A�A� Kenaikan, terang Firman mengingat tingginya harga kebutuhan bangunan yang terus meningkat.

a�?Proses pembangunan kita gunakan sistem kontrak tahun jamak atau sesuai masa jabatan bupati dan wakil bupati.Dengan harapan, ada kepastian anggaran setiap tahun,a�? jelasnya.

Untuk mensukseskan proses itu, pihaknya akan menggandeng akademisi, guna menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang, pola pembiayayan pembangunan kantor bupati.

Harapannya, tahun ini juga, payung hukum yang dimaksud dibahas dan ditetapkan DPRD setempat.

Jika berbicara jadwal pembangunan fisik, kata Firman sebenarnya kantor bupati itu, bisa diselesaikan dalam hitungan puluhan bulan saja, atau paling lama tahun 2018 mendatang rampung.

Namun, karena keterbatasan anggaran, maka pembangunannya disesuaikan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Keberadaan kantor bupati itu nantinya, tambah Firman bersifat terpadu di dalamnya terdapat delapan kantor SKPD, sekda, para kabag, bupati dan wakil bupati.

Bangunan utama berlantai lima berbentuk kubah, sayap kiri dan kanan direncanakan berlantai empat.a�?Pola ruangan kabag, akan disesuaikan dengan kebutuhan mereka,a�? katanya.

a�?Misalnya, bagian keuangan atau aset, tentu tidak akan sama dengan ruangan bagian umum atau hukum,a�? lanjut Firman.

Dari total luas lahan itu, katanya luas bangunan kantor secara keseluruhan mencapai 2,7 ha. Hajat pembangunannya adalah, mempermudah dan mempercepat pelayanan masyarakat, alur birokrasi dan perizinan.

Karena di dalam komplek kantor bupati itu, terdapat kantor para badan.

a�?Seperti, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Bakesbangpoldagri atau Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD),a�? ujarnya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka