Ketik disini

Headline Selong

Soal KLS, Pemkab Lotim Dianggap Tak Serius

Bagikan

SELONGA�– Pemerintah Lombok Timur (Lotim) dianggap tak serius terkait rencana memekarkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Lombok Selatan (KLS). Kendati kini sudah ada komite baru yang disebut-sebut mulai bergerak melakukan lobi, hal itu disinyalir tak akan berguna banyak.

a�?Bupati bilang dukung, tapi saya lihat itu penolakan halus,a�? kata salah seorang tokoh masyarakat selatan, Sayadi, kemarin (31/7).

Dia yang dalam tim DOB KLS terdahulu menjabat wakil ketua menegaskan bupati tak pernah memberi restu terhadap KLS. Terbukti dalam tim yang dibentuk saat ini, hanya lima kecamatan yang masuk, Sakra Timur, Sakra, Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru. Padahal dalam aspirasi masyarakat dan tim yang sudah lama bergerak, KLS mencakup delapan kecamatan. a�?Jangan lupakan Terara, Sikur, dan Montong Gading,a�? ujarnya.

Jika KLS kini hanya lima kecamtan, artinya semua akan mengulang dari awal. Padahal saat masih delapan kecamatan lalu, sudah pernah mencapai Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Artinya, sedikit lagi, DOB siap terbentuk. a�?Kalau mulai dari awal lagi berjuangnya, 10-20 tahun mendatang belum tentu KLS terbentuk,a�? kritiknya.

Dalam kesempatan itu, Sayadi juga menjelaskan komite lama hingga kini masih mengawal KLS. Mereka tetap komit dengan delapan kecamatan sesuai aspirasi di A�masyarakat. Penambahan satu DOB baru diyakini berdampak baik bagi masyarakat. Mendekatkan pelayanan hingga menggenjot ekonomi menjadi beberapa contoh dari manfaat DOB. a�?Tengok saja Lombok Utara dan Sumbawa Barat yang kini makin sejahtera warganya,a�? ujarnya.

Kendati sudah memecah diri, kabupaten Induk yakni Lombok Barat yang menyokong Lombok Utara dan Sumbawa yang menyokong Sumbawa Barat merasakan dampak positif. Hal itulah yang coba dilakukan pada Lotim dengan menciptakan KLS. a�?Kenapa harus dihalang-halangi,a�? katanya melempar tanya.

Sebelumnya, seluruh anggota DPRD Lotim telah menyatakan dukungannya pada KLS. Itu dibuktikan dalam sejumlah paripurna terdahulu ketika pendapat masing-masing wakil rakyat dikemukakan. Tidak ada satupun yang menolak hal tersebut, karena memang diperlukan untuk masyarakat. a�?Silakan dibuka kembali dokumen dan datanya, kita sudah satu suara,a�? ujar politisi PAN Burhan.

Dia mengibaratkan satu bupati yang mengurus Lotim sangat kewalahan dan tidak mampu. Sehingga jika dibagi menjadi dua kabupaten, makin banyak yang mengurus. Hal itu diamini Samsul Rizal, politisi Nasdem yang dalam pertemuan terdahulu mengusulkan dilakukan kunjungan ke DPR RI untuk membahas hal ini. a�?Ayo kita barengan ke Jakarta, bapak-bapak juga ikut, kalau perlu sebelum puasa,a�? sarannya.

Wakil rakyat lainnya H Abdul Azis mengatakan pemekaran jelas memberikan manfaat. Dalam skala yang lebih kecil, pemekaran desa banyak manfaatnya bagi warga. Pelayanan lebih dekat, lebih cepat, dan lebih tepat. Baik desa induk maupun desa baru sama-sama mendapat dana untuk membangun. Karena itu, bila benar masyarakat menginginkan pemekaran, dewan menurutnya akan sangat semangat mendukung. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka