Ketik disini

Headline Praya

DPRD Lombok Tengah Pangkas Belanja Pegawai

Bagikan

PRAYA – DPRD Lombok Tengah (Loteng) sepakat, memangkas belanja pegawai pada APBD perubahan tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, mereka mencoret pos anggaran tidak langsung tersebut, sebesar Rp 23,235 miliar lebih.

a�?Sehingga, anggaran belanja pegawai yang semula Rp 1,047 triliun lebih, berkurang menjadi Rp 1,024 triliun,a�? kata juru bicara (jubir) badan anggaran (Banggar) DPRD Loteng M Tauhid pada Lombok Post, kemarin (1/8) usai menggelar sidang paripurna.

Akibat pemangkasan itu, kata Tauhid ada beberapa pos belanja pegawai yang dikurangi, baik fisik maupun non fisik. Pos yang dimaksud, dianggap tidak memberikan manfaat besar, bagi peningkatan kualitas kinerja pegawai.

Kendati digelontorkan anggaran besar-besaran, namun tetap saja berjalan di tempat.

Parahnya lagi, lanjut anggota Banggar tersebut, serapan anggaran di seluruh SKPD lingkup Pemkab sangat memprihatinkan. Atas dasar itulah, pihaknya bersama seluruh dewan menyetujui pola perubahan anggaran di belanja tidak langsung tersebut.

Terhadap keputusan tersebut, kata Tauhid maka dewan sepakat mengalihkan anggaran sebesar Rp 23,235 miliar lebih itu, untuk kebutuhan lain.

a�?Kedepan, bisa saja kita kembali merasionalisasi belanja pegawai,a�? katanya.

Total pos belanja tidak langsung sendiri, terang Tauhid sebesar Rp 1,279 triliun lebih, Rp 1,024 triliun diantaranya digunakan untuk belanja pegawai, Rp 4,3 miliar belanja bunga, Rp 17,6 miliar belanja hibah, Rp 2,106 miliar belanja bantuan sosial, Rp 7,8 miliar untuk belanja bagi hasil pemerintah provinsi dan pemerintah desa.

Kemudian, Rp 209 miliar belanja bantuan keuangan kepada pemerintah provinsi, pemerintah desa dan partai politik. a�?Terakhir, belanja tidak terduga kita anggarkan sebesar Rp 1 miliar,a�? kata politisi Gerindra tersebut.

Total APBD perubahan tahun ini, tambah Tauhid sebesar Rp 1,829 triliun lebih. Dipangkasnya belanja pegawai tersebut secara langsung meningkatkan besaran pada belanja langsung, yang semula Rp 518,6 miliar lebih naik menjadi Rp 618 miliar lebih atau ada tambahan sebesar Rp 99,3 miliar.

a�?Rasionalisasi anggaran diberlakukan pula pada pos-pos lain. Kita alihkan semua ke belanja langsung,a�? katanya.

Harapannya, kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Loteng tersebut, peningkatan belanja langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

a�?Selanjutnya, kita akan menunggu tanggapan dari eksekutif,a�? sambung pimpinan sidang paripurna DPRD Loteng H Puaddi FT.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka