Ketik disini

Bima - Dompu

Ibu Bupati, Ada Koptan Nakal

Bagikan

BIMA – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bima telah mendistribusikan bantuan Bantuan thresher kepada Kelompok Tani (Koptan). Alat pertanian thresher juga sudah berada di tangan penerima bantuan.

Hanya saja, bantuan thresher itu diduga disalahgunakan. Oknum penerima bantuan hendak melego bantuan yang berasal dari pusat itu. Padahal, bantuan itu baru saja dibagikan kepada koptan.

Seperti yang terjadi di Donggo. Empat unit thresher diduga akan dijual. Bantuan disimpan di sebuah bengkel di Desa Oa��o. Kabarnya, bantuan itu diduga akan dimodifikasi untuk dijual.

Pantauan Koran ini, ada dua unit thresher jagung dan dua trese trimulti (Jagung, kedelai dan padi). Alat pertanian itu bertuliskan label Bantuan Sarana Pasca Panen APBN Tahun 2016, Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.

Bantuan itu diduga milik oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kaur Desa Kala. Ada indikasi bantuan itu diperoleh menggunakan koptan fiktif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, alat pertanian itu milik Kaur Desa Kala berinisial AU. Ada juga yang menyebut jika bantuan itu milik oknum guru SDN Inpres Kala, Jufrin.

Berdasarkan data yang diperoleh Koran ini, dari 31 poktan ditambah tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Kala, hanya dua kelompok yang kebagian bantuan. Yakni, Poktan So Sambi Kala dan So Ongge.

Sementara jumlah bantuan yang sampai di desa itu, sebanyak delapan unit. Diantaranya, empat unit thresher berjejer di salah satu bengkel di Desa Oa��o

Pemilik bengkel Rama mengaku, sejumlah thresher itu diantar Kaur Desa Kala AU (disebutkan nama lengkap). Ia diminta untuk memodifikasi agar bisa dijual.

a�?Kaur desa itu bilang, kalau ada yang mau beli thresher suruh hubungi dia,a�? ujar Rama mengutip pesan AU, kemarin (1/7).

Saat ditanya Poktan mana yang mendapatkan bantuan itu, Rama mengaku tidak tau. Ia hanya mengungkapkan, empat thresher ini dibawa AU. Ia juga mendapat kabar jika alat pertanian ini milik guru SD Jufrin.

a�?Benar atau tidak informasi itu, saya juga kurang tau,a�? jelasnya.

Sementara, Jufrin yang dihubungi Radar Tambora (Lombok Post Group) mengaku tidak tahu. a�?Urusan bantuan pertanian, itu urusan orang lain,a�? ujar Guru SDN Inpres Kala ini dihubungi via ponsel, kemarin.

Kaur Desa Kala AU belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi via ponsel, nomornya tidak aktif. (mch/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka