Ketik disini

Metropolis

Kebanyakan Siswa, Siap-siap Sekolah di Mataram Tukaran Gedung

Bagikan

MATARAMA�– Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram H Sudenom ingin menukar sekolah. Ini menyusul daya tampung di beberapa sekolah melebihi kapasitasnya. Khususnya di sekolah favorit.

“Jumlah siswa di sekolah favorit membludak. Sementara kalau kita bangunkan gedung, lahan sudah tidak ada. Makanya ini yang akan saya coba untuk tukar sekolahnya,” kata Sudenom.

Dijelaskan, ada beberapa sekolah yang peminatnya begitu banyak. Seperti di SMAN 5 Mataram. Jumlah siswa di sekolah ini melebih daya tampung dan ruang belajar yang ada. Sayangnya, lahan yang tersisa tidak memungkinkan untuk dibangun ruangan lagi.

Sebaliknya ia mengatakan ada beberapa sekolah yang siswanya tidak begitu banyak, namun memiliki lahan yang cukup luas. Misalnya SMKN 8 Mataram.

“Siswa SMAN 5 Mataram akan saya coba bawa ke SMKN 8 Mataram. Sebaliknya, siswa SMKN 8 Mataram akan kita bawa ke SMAN 5 Mataram. Ini yang mulai saya pikirkan. Itu sudah saya sampaikan ke pak wali dan pak sekda, beliau merespon positif,” akunya.

Sudenom menjelaskan, jika SMAN 5 Mataram dipindah ke SMKN 8 Mataram, di sana bisa dibangunkan lagi gedung untuk menampung siswa yang membludak. Namun, untuk merealisasikan hal itu kini ia sedang mempersiapkan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah.

“Karena kan harus kita sesuaikan dengan kurikulumnya,” terangnya. “Hanya nomenklatur saja saya ubah. Kalau masalah alamat tinggal kita masukkan perubahan saja. Cepet kok,” sambungnya.

Keinginan menukar sekolah ini dijelaskan Sudenom akan segera ia lakukan. Ia tidak ingin berlama-lama dan mebiarkannya hanya sekadar menjadi wacana semata. “Paling lambat tahun depan. Tapi saya ingin tahun ini sudah bisa dilakukan (ditukar,red),” bebernya.

Sehingga tidak ada lagi sekolah yang bermasalah akibat kekurangan ruang belajar atau kelebihan kapasitas. Karena, menurutnya Mataram saat ini memiliki prestasi yang cukup tinggi. Tahun lalu, Mataram dinobatkan sebagai sekolah berintegritas di NTB. Meskipun berada di nomor dua kalah dengan Kota Bima.

“Karena mereka (Kota Bima, Red) kan kota kecil, jadi integritasnya bisa dikendalikan,” jelasnya.

Integritas pendidikan di Kota Mataram diklaim Sudenom saat ini cukup baik meskipun anggaran yang ada dinilai tidak sesuai. “Prestasi Mataram tinggi tapi anggaran terbatas. Ini karena ada dana yang tidak nampak dari orang tua untuk mendukung belajar anaknya. Misalnya melalui bimbel atau stimulan program belajar lainnya,” ujarnya.

Menanggapi keinginan Kepala Dinas Dikpora, Ketua DPRD Kota Mataram memberikan komentarnya. Didi menilai langkah yang akan diambil Sudenom tidak akan menyelesaikan persoalan.

“Itu saya pikir hanya pemikiran teknis saja. Yang kita butuhkan saat ini adalah langkah substantif yang menyelesaikan dasar masalah,” kata dia.

Masalah mendasar pendidikan di Kota Mataram saat ini diungkapkan Didi adalah kesenjangan kualitas sekolah. Antara sekolah yang difavoritkan masyarakat dengan sekolah lain terjadi ketimpangan. Inilah yang mestinya dibenahi oleh Dikpora Kota Mataram.

“Bagaimana sekolah lain bisa memiliki standar kualitas seperti di sekolah favorit. Minimal mendekatilah, jangan terlalu jauh kualitasnya. Itu tugas Dikpora,” terangnya.

“Kalau delapan standar kualitas pendidikan di setiap sekolah terpenuhi, saya pikir kualitas di sekolah di Kota Mataram bisa merata. Sehingga tidak ada lagi penumpukan siswa seperti yang terjadi saat ini misalnya di SMAN 5 Mataram dan SMAN 1 Mataram,” sambungnya.

Mulai dari standar kualitas guru, sarana prasarana fasilitas pendukung sekolah, strategi pmbelajaran dan lainnya harus merata. Untuk itu Didi menyarankan ada baiknya guru yang dirotasi ke beberapa sekolah.

“Saya pikir itu (keinginan menukar sekolah, Red) hanya menyelesaikan masalah dalam skala kecil. Karena tidak menyentuh dasar pokok persoalan yang ada,” pungkasnya. (ton/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka