Ketik disini

Praya

Korban Keracunan Masal di Mertak Tombok, Praya, Masih Dirawat

Bagikan

PRAYA – Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng), menyebutkan korban keracunan masal di Desa Mertak Tombok, Praya, masih dirawat secara intensif di puskesmas desa setempat.

Mereka terdiri dari anak-anak dan orang tua, sementara sebagian pasien dewasa sudah diizinkan pulang.

a�?Dari 25 korban, tinggal tiga orang saja yang masih dirawat,a�? kata Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi pada Lombok Post, kemarin (1/8).

a�?Korban yang dirawat di RSI Yatofa sudah pulang semua tadi (Senin, kemarin), termasuk yang di Pustu. Kecuali, di Puskesmas saja,a�? lanjutnya.

Mereka, kata Nurhandini secara intensif diberikan perawatan. Langkah itu, untuk mempercepat pemulihan tenaga. a�?Dari keterangan beberapa korban, mereka tiba-tiba mengalami mual-mual dan pusing, setelah menyantap nasi bungkus,a�? katanya.

Nasi bungkus itu sendiri, lanjutnya diperoleh dari salah satu warga desa setempat, yang melaksanakan tahlilan sembilan malam meninggalnya keluarga mereka.

Hanya saja, ada indikasi lauk pauk yang cukup lama disimpan, lalu dihangatkan lagi dan dibungkus. Parahnya lagi, sejumlah warga menyantap keesokan harinya.

Untuk mengetahui penyebab keracunan, pihaknya mengaku sudah mengambil sampel nasi bungkus, guna dilakukan uji laboratorium di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

a�?Insya Allah beberapa hari atau minggu kedepan, kita sudah mengatahui hasilnya,a�? katanya.

Atas kejadian itu, pihaknya menyerukan agar, mereka yang menyelenggarakan acara keagamaan atau apa pun itu, untuk memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan atau minuman yang disajikan.

Sebaiknya, kata Nurhandini jangan membungkus makanan yang sudah berhari-hari diawetkan.

Begitu pula bagi masyarakat, tambah Nurhandini agar menyantap nasi bungkus secara langsung, tidak perlu menunggu beberapa jam, apalagi ke esokan harinya.

a�?Berulang-ulangnya kasus keracunan masal di daerah kita ini, menunjukkan bahwa, dinas dan instansi terkait lemah,a�? kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli, terpisah.

Dinas dan instansi yang dimaksud, ungkap Supli yaitu Dinas Koperindag dan Dikes. Mereka seharusnya, melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran makanan dan minuman. Program itu juga, harus diimbangi dengan penyuluhan lapangan.

a�?Jangan sampai niat baik kita, justru membuahkan mala petaka. Rentetan kasus keracunan masal, harus menjadi pelajaran kita semua,a�? serunya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka