Ketik disini

Metropolis

Novi Saprianti, Hafizah Yang Ingin Jadi a�?Permataa�� bagi Orang Tua

Bagikan

MATARAM a�� Novi Saprianti, kontingen MTQ asal Jambi, punya cita-cita mulia. Itulah yang melandasi keinginan kuat dia akhirnya memilih menjadi hafizah.

Dengan menjadi hafizah atau penghafal Alquran dia berharap bisa menjadi kebanggaan bagi orang tuanya dunia dan akhirat.

a�?Saya ingin menjadi permata bagi orang tua saya,a�? kata gadis yang sudah menyelesaikan study di Institute Ilmu Alquran di Jakarta itu.

Perjuangan Novi untuk menjadi hafizah tentunya tidak mudah. Apalagi awalnya ia tidak memiliki latarbelakang pendidikan Alquran yang kuat, seperti yang dialami anak-anak lulusan pesantren.

Saat baru lulus SMP, ia berharap bisa melanjutkan sekolah ke Sekolah Kejuruan.

Dengan harapan bisa cepat kerja dan membantu orang tua. Tapi, orang tuanya punya keinginan yang berbeda. Ia kemudian disekolahkan ke pondok pesantren.

a�?Disitu kan harus menyetor hafalan. Awalnya sangat sulit, karena tidak terbiasa. Tapi akhirnya jadi relatif lebih gampang,a�? imbuhnya.

Ia punya trik jitu, agar hafalannya cepat lengket di ingatan. Yang pertama dengan masuk dalam lingkungan penghafal Alquran.

a�?Saya berteman dan berguru pada orang-orang yang sudah menghapal Alquran,a�? ujarnya. Bergaul dengan para penghafal Alquran membuatnya termotifasi untuk terus menghafal dan mengkaji Alquran.

Selain itu, agar Alquran lekat di ingatan, ia menghindari begadang, dan mendengar informasi yang tidak bermanfaat, serta menjauhi TV terutama menonton acara yang tak bermutu.

Tentu saja, ia harus rajin mengulang-ulang hafalannya. Dengan resep tersebut, dalam dua tahun, Novi mampu menghafal 20 juz Alquran. Prestasi yang jarang bisa dilakukan banyak orang.

Novi sendiri akan berupaya menuntaskan hafalannya. Dia berharap tahun depan, bisa menghafal keseluruhan Alquran.

a�?Doakan, satu tahun lagi saya bisa khatam,a�? ujarnya mantap. (cr-zad/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka