Ketik disini

Headline Metropolis

Pansel Jajal Keahlian Pelamar

Bagikan

MATARAMA�– Proses seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTB masih berlanjut. Sebanyak 62 pejabat yang dinyatakan lulus administrasi kini melangkah ke tahapan seleksi lebih lanjut demi merebut 11 kursi jabatan eselon II.

Memasuki bulan Agustus ini, seleksi semakin ketat. Panitia seleksi (Pansel) mulai menguji kompetensi bidang keahlian masing-masing calon. Mereka diwajibkan melakukan presentasi dan wawancara di hadapan tim pansel.

a�?Wawancara dan presentasi ini akan berlangsung sampai tanggal 5 Agustus,a�? kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Abdul Hakim.

Sebelumnya, para peserta sudah terlebih dahulu menjalani rangkaian tes lainnya seperti uji Kompetensi manajerial/psikologi. Hakim menekankan, seluruh rangkaian tes itu wajib dikuti oleh para pejabat yang hendak mengincar kursi jabatan eselon II.

Diketahui, sebelas jabatan eselon II yang kosong diantaranya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Kesehatan, Kadis Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil, Sekretaris Bakorluh, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Kepala Administrasi Pemerintahan, Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Administrasi dan Kerja Sama, dan Direktur RSUP NTB.

Sementara, tim pansel yang melakukan penilaian sendiri beranggotakan sembilan orang, terdiri dari unsur eksternal maupun internal. Sekda NTB H Rosiady Sayuti ditunjuk sebagai ketua pansel dan Abdul Hakim sendiri menjabat sebagai sekretaris. Dari unsur internal, anggota pansel juga dilengkapi oleh Asisten II dan Asisten III Pemprov NTB. Dari unsur eksternal, tim digawangi oleh Prof Dr Mulyanto dari Unram, Dr Warni Juwita dari IAIN, Jamaludin dari Forum Komunikasi Pondok Pesantren, Dosen Pertanian Unram Prof DR Sarjan, serta Direktur IPDN Kampus Mataram Dr Diah Poespita.

Dijelaskan Hakim, Pansel nanti akan menentukan tiga besar dari setiap jabatan yang dipilih berdasarkan hasil penilaian pansel. Selanjutkan, tiga besar itu akan diserahkan kepada Gubernur NTB untuk kemudian dipilih sosok yang paling layak menduduki kursi kosong eselon II.

a�?Kita pastikan seluruh rangkaian proses pansel ini berjalan transparan,a�? pungkas Hakim. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka