Ketik disini

Sumbawa

Petani KSB Butuh Saluran Irigasi

Bagikan

TALIWANG – Rencana Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengembangkan dan meningkatkan produksi untuk sektor pertanian belum optimal. Sebagian besar lahan tadah hujan tidak didukung sarana pengairan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Amar Nurmansyah mengatakan, pemda telah berupaya menyediakan saluran pengairan. Seperti pembangunan embung dan bendungan di beberapa titik lahan pertanian.

a�?Kami juga sudah bangun saran pendukung irigasi teknis,a�? katanya, kemarin (1/8).

Tahun anggaran 2016, pemda mendapat dukungan anggaran pembangunan embung di Desa Seloto, dengan areal pengairan seluas 250 hektare. Selain itu, pemda menggelontorkan juga untuk pembangunan embung Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano. Embung itu diperkirakan dapat mengairi lahan pertanian seluas 800 hektare.

Sekitar 11.000 lebih areal lahan pertanian di KSB, kata Amar, sebagian besar belum didukung sarana irigasi teknis. Begitu juga dengan irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB.

a�?Dari 6.000 hektare luas areal irigasi milik Pemerintah Provinsi NTB, baik teknis maupun non teknis, sebagian besar kondisinya rusak,a�? bebernya.

Kondisi ini, lanjut dia, telah disampaikan kepada pemrov dengan harapan segera diperbaiki. Sedangkan, saluran irigasi yang menjadi kewenangan pemda, sebagian besar irigasi non teknis.

a�?Dari 5.000 hektare saluran irigasi miliki pemda, sekitar 3.500 hektare irigasi teknis,a��a�� sebutnya.

Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong saluran irigasi non teknis A�ditingkatkan status menjadi irigasi teknis pada tahun aggaran 2017. a�?Kita upayakan melalui APBD. Kita akan dialokasikan anggaran pembangunan irigasi tehnis,a��a�� katanya.

Tahun lalu, sambung dia, dibangun embung menggunakan anggaran APBD tahun. Seperti EmbungA� Samarekat, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano dan Embung Tiu Nisung di Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk. Hingga saat ini, embung tersebut belum didukung irigasi. Otomatis, kedua embung itu belum bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengairi lahan pertaniann.

a�?Untuk itu, pemda akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jaringan irigasi,a�? terang dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pembangunan embung ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain mendukung peningkatan sektor pertanian, juga berfungsi sebagai pengendali banjir.

a�?Mudah-mudahan upaya yang dilakukan pemerintah saat ini, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,a��a�� katanya.

Apalagi pada tahun anggaran 2017 mendatang, tambah dia, pemerintah pusat menjanjikan pembangunan tujuh embung dan bendungan. a�?Jika rencana itu terealisasi 100 persen, dipastikan semua lahan pertanian akan terlayani jaringan irigasi,a�? tandasnya. (is/r1)

TALIWANG-Rencana Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengembangkan dan meningkatkan produksi untuk sektor pertanian belum optimal. Sebagian besar lahan tadah hujan tidak didukung sarana pengairan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Amar Nurmansyah mengatakan, pemda telah berupaya menyediakan saluran pengairan. Seperti pembangunan embung dan bendungan di beberapa titik lahan pertanian.

a�?Kami juga sudah bangun saran pendukung irigasi teknis,a�? katanya, kemarin (1/8).

Tahun anggaran 2016, pemda mendapat dukungan anggaran pembangunan embung di Desa Seloto, dengan areal pengairan seluas 250 hektare. Selain itu, pemda menggelontorkan juga untuk pembangunan embung Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano. Embung itu diperkirakan dapat mengairi lahan pertanian seluas 800 hektare.

Sekitar 11.000 lebih areal lahan pertanian di KSB, kata Amar, sebagian besar belum didukung sarana irigasi teknis. Begitu juga dengan irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB.

a�?Dari 6.000 hektare luas areal irigasi milik Pemerintah Provinsi NTB, baik teknis maupun non teknis, sebagian besar kondisinya rusak,a�? bebernya.

Kondisi ini, lanjut dia, telah disampaikan kepada pemrov dengan harapan segera diperbaiki. Sedangkan, saluran irigasi yang menjadi kewenangan pemda, sebagian besar irigasi non teknis.

a�?Dari 5.000 hektare saluran irigasi miliki pemda, sekitar 3.500 hektare irigasi teknis,a��a�� sebutnya.

Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong saluran irigasi non teknis A�ditingkatkan status menjadi irigasi teknis pada tahun aggaran 2017. a�?Kita upayakan melalui APBD. Kita akan dialokasikan anggaran pembangunan irigasi tehnis,a��a�� katanya.

Tahun lalu, sambung dia, dibangun embung menggunakan anggaran APBD tahun. Seperti EmbungA� Samarekat, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano dan Embung Tiu Nisung di Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk. Hingga saat ini, embung tersebut belum didukung irigasi. Otomatis, kedua embung itu belum bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengairi lahan pertaniann.

a�?Untuk itu, pemda akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jaringan irigasi,a�? terang dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pembangunan embung ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain mendukung peningkatan sektor pertanian, juga berfungsi sebagai pengendali banjir.

a�?Mudah-mudahan upaya yang dilakukan pemerintah saat ini, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,a��a�� katanya.

Apalagi pada tahun anggaran 2017 mendatang, tambah dia, pemerintah pusat menjanjikan pembangunan tujuh embung dan bendungan. a�?Jika rencana itu terealisasi 100 persen, dipastikan semua lahan pertanian akan terlayani jaringan irigasi,a�? tandasnya. (is/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka