Ketik disini

Headline Metropolis

Pro Rakyat, Atau Pro…

Bagikan

MATARAMA�– Pesatnya pembanguan pusat perbelanjaan diklaim Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sebagai bentuk kemajuan. Meski pembangunan menggusur lahan-lahan pertanian, namun menurutnya banyak sisi positif.

Seperti Jalan Bung Hatta Sayang-Sayang kini berdiri supermarket besar, Jalan Lingkar Selatan yang merupakan kawasan terbuka hijau juga nyaris habis karena alih fungsi lahan. Juga beberapa kawasan pertanian lainnya di Kota Mataram.

Pembangunan supermarket Giant di kawasan Sayang-Sayang bagi Ahyar bisa menjadi alternetif bagi masyarakat. Membantu menyerap tenaga kerja dan miengakomodir produk usaha kecil menengah (UKM). a�?Sebuah kota itu mau tidak mau harus menjadi daerah yang harus siap menerima para investor, para pemodal,a�? kata Ahyar.

Pemodal menurutnya tidak main-main berinvestasi. Mereka juga sudah melakukan kajian-kajian, artinya Mataram adalah kota yang dipercaya untuk berinvestasi. Meski demikian, pada waktunya pemerintah juga akan melakukan kajian, agar tidak semua membuka mal. Karena ia juga ingin menjaga lingkungan agar tetap sehat. Melindungi UKM, toko-toko dan pedagang tradisional.

a�?Tapi saat ini menurut saya masih (dibutuhkan investor) untuk itu kita akan terus melakukan kajian,a�? ujarnya.

Demi memuluskan pembanguan pusat-pusat perbelanjaan di beberapa wilayah. Pemkot juga akan melakukan revisi tergadap Peraturan Daerah (Perda) tata ruang. Sebab pemerintah harus mampu memprediksi dan mengakomodir perkembangan ekonomi ke depan. Sebab ada beberapa wilayah yang memiliki kecenderungan berkembang. Pengembangan ini dibutuhkan untuk menurunkan angka kemiskinan, dan penyerapan tenaga kerja. Juga bagaimana pembangunan mempertahankan keseimbangan lingkungan.

a�?Artinya pembangunan yang kita lakukan ini adalah pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,a�? klaimnya.

Meski pembangunan kini terus menggusur lahan-lahan pertanian, namun Ahyar menganggap pembangunan selama ini bertumpu pada pembangunan yang berwawasan lingkungan. a�?Tata ruang itu harus betul-betul jadi prinsip, pegangan,a�? jelasnya.

Ahyar mengaku banyak digoda para investor. Mereka kerap mendatangi dirinya dalam rangka berkonsultasi terkait lokasi pembangunan. Terbaru, pemerintah memberikan izin untuk pendirian Trans Studio, Transmart, dan Carrefour. Menurutnnya, pembangunan ini tepat karena berada di ujung timur, sementara di kawasan utara baru ada Giant dari PT Hero Supermarket.

a�?Ada yang pernah mengajukan di sekitar Jalan Bung Karno, saya tidak izinkan karena sudah ada di Mataram Mall dan LEM,a�? katanya.

Demikian juga dengan beberapa investor yang ingin membangun hotel. Ayar mengaku kerap digoda, mereka berkonsultasi tentang lokasi pembangunan yang diperbolehkan.

Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Muhtar meragukan konsistensi pemerintah dalam menjaga tata ruang kota. Sebab kenyataanya, selama ini pemerintah sering kebobolan. Pelanggaran atas Perda Kota Mataram Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kerap terjadi.

Jika diklaim pembangunan selalu memperhatikan tata ruang, tapi kenapa selalu saja ada penyimpangan. a�?Harusnya pemerintah tegas, jangan lagi memberikan dispensasi dengan alasan apapun,a�? ujar politisi Gerindra ini.

Sebagai jalan tengah dari semua ini, dewan merasa perlu ada pembaharuan Perda tata ruang agar jangan lagi pembangunan semau-maunya. Revisi perda ini harus segera dilakukan. Bahkan rencananya, setelah selesai pembahasan beberapa rancangan perda di dewan, draf revisi ini akan langsung diajukan dewan. Perda baru ini nanti diharapkan akan menjadi patokan pembangunan.

a�?Sehingga ada batasan, daerah mana yang boleh dibangun dan tidak boleh dibangun,a�? katanya.

Jika pelaku usaha terus dibiarkan melanggar, maka Kota Mataram akan menjadi amburadul. Tidak menentu tata ruangnya.A� a�?Saya rasa ini (revisi perda) sudah harga mati, jangan ada toleransi lagi,a�? imbuhnya.

Dengan adanya revisi, ke depan ia tidak ingin pemerintah terlalu lembek seperti saat ini. Sebab idealnya perda tata ruang tidak dirubah menyesuaikan dengan perkembangan, tapi harus dipatuhi untuk menata ruang kota. (ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka