Ketik disini

Headline Metropolis

Rinjani Meletus Lagi, Lombok Terisolasi dari Udara

Bagikan

PRAYAA�– Gunung Baru Jari, anak Rinjani meletus dan bergemuruh lagi sejak pukul 11.50 Wita kemarin. Abu vulkaniknya memenuhi langit Pulau Lombok setelah bergerak ke selatan. Menyebabkan Lombok International Airport lumpuh dan tutup. Sebanyak 12 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan dibatalkan.

Terhitung semenjak Pukul 16.55 Wita, Lombok dipastikan terisolasi dari udara dan cuma bisa diakses dari jalur transportasi darat dan laut. Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga pukul 10.00 Wita hari ini.

Sedikitnya 1.952 penumpang yang sudah ada di bandara dengan raut kecewa berbalik arah. Namun, memahami alasan penutupan demi keselamatan. Mereka menyerbu loket check in penumpang untuk mengurus pengembalian tiket. Sebagian lagi memilih mengubah jadwal penerbangan dengan harapan bandara hari ini sudah beroperasi normal.

Sesuai dengan Notice To Airman yang diterbitkan Kementerian Perhubungan, tadinya LIA akan tutup hingga tadi malam pukul 22.00 Wita. Namun, berdasarkan pemantauan abu vulkanik dan analisis citra satelit cuaca Himawari, abu vulkanik masih akan bercokol di langit Lombok terutama di atas LIA sampai pukul 10.00 Wita hari ini.

a�?Kami berharap, kondisi besok (hari ini) sudah normal,a�? kata General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (AP) LIA I Gusti Ngurah Ardita, saat memantau situasi penerbangan di bandara kemarin.

Sebanyak 12 maskapai yang membatalkan keberangkatan adalah Garuda GA437 tujuan Denpasar dengan jumlah penumpang 160 orang, GA441 tujuan Jakarta dengan penumpang 150 orang.

Kemudian, Lion Air JT955 tujuan Denpasar dengan 215 penumpang, Wings Air IW1963 tujuan Denpasar 70 penumpang, IW1882 tujuan Sumbawa 72 penumpang. Lalu, Lion Air JT841 tujuan Makassar dengan 209 penumpang, Batik Air ID6558 tujuan Jakarta dengan 215 penumpang.

Tercatat juga Lion Air JT655 tujuan Jakarta dengan 214 penumpang, Citilink QG661 tujuan Surabaya 178 penumpang dan Citilink QG961 tujuan Jakarta 169 penumpang. Selanjutnya, dua penerbangan keberangkatan internasional Air Asia AK309 tujuan Kuala Lumpur dengan 170 penumpang dan SilkAir tujuan Singapura dengan 130 penumpang.

Total penumpang dari 12 penerbangan tersebut mencapai 1.952 orang. a�?Kita berharap dan berdoa, situasi seperti ini tidak sampai berhari-hari. Apalagi, kita sedang menghadapi MTQ nasional,a�? kata Ardita.

Para penumpang yang sudah membeli tiket, kata Ardita diminta berkoordinasi dengan masing-masing maskapai. Harapannya, maskapai bisa mengembalikan uang tiket secara utuh, atau mengubah jadwal penerbangan pada hari berikutnya. Begitu seterusnya.

Meletus Dipicu Gempa

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kemarin mengatakan penutupan LIA dilakukan dengan pertimbangan keselamatan penerbangan karena pilot tidak dapat secara visual mendeteksi VA setelah periode sunset. Pertimbangan lain, adanya material abu vulkanik dapat menganggu mesin pesawat terbang.

Dia mengatakan, letusan Baru Jari mulai terdeteksi sejak pukul 11.50 Wita, kemarin. Aktivitas gunung ini meningkat diperkirakan dipicu gempa bumi berkekuatan 5,7 pada skala richter pada kedalaman 22 km yang berpusat di 63 km arah barat laut Kabupaten Dompu sekitar pukul 07.40 WIB, kemarin.

a�?Guncangan gempa bumi tersebut dirasakan masyarakat di Desa Sembalun di sekitar lereng Gunung Rincani dengan intensitias 3 MMI,a�? Sutopo.

Adanya guncangan gempa menyebabkan tekanan dari dalam perut Gunung Bau Jari sehingga menimbulkan letusan.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Rinjani Pusat Vulakonolo Mitigasi Bencana Geologi, secara visual, letusan tidak terdeteksi karena tertutup kabut.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Rinjani Zulkarnaen kepada Lombok Post mengatakan, selain tak terpantau kasat mata, letusan juga tak terpantau alat di pos pemantauan. Kuat dugaan kata dia, letusan yang terjadi berbarengan dengan gempa di Dompu. a�?Jadi antara vulkanik dan tektonik berbarengan, sehingga alat tak membacanya,a�? katanya.

Hingga sore kemarin, seismograf yang memantau aktivitas gunung Baru Jari masih bekerja. Rencananya baru akan dilakukan penghitungan saat malam hari. Terkait aktivitas vulkanik tersebut, ia mengatakan sebenarnya terus terjadi pascaletusan November 2015 silam. Hingga kini terus terpantau gempa embusan walau dalam skala yang terbilang kecil.

Zulkarnaen mengatakan, tadi malam, menyusul meningkatnya aktivitas letusan, timnya kini tengah bersiap untuk berangkat mendaki. Di sana mereka hendak memasang alat dan memperbaiki baterai CCTV yang telah terpasang. a�?Tim berangkat malam, moga-moga besok sudah terpasang,a�? ujarnya.

Dengan demikian pantauan terhadap gunung api tertinggi kedua di Indonesia itu bisa lebih jelas dilakukan.

Setelah letusan pertama, berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada pukul 12.50 Wita terdeteksi distribusi awan ke selatan. Pada pukul 14.00 Wita hingga 16.00 Wita, abu vulkanik menyebar ke Tenggara-Barat Laut di Lombok bagian selatan.

Kepala Stasiun Meteorologi LIA Oral Sem Wilar menggambarkan, kondisi di BIL memang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas penerbangan menyusul masuknya partikel-partikel abu vulkanik ke bandara.

Partikel abu vulkanik tidak hanya ada di udara. Namun, juga sudah terlihat secara kasat mata. Karena sudah ditemukan menempel di mobil dan bangunan bandara. a�?Itu sebabnya Notam-nya diperpanjang sampai dengan 2 Agustus pukul 10 pagi Waktu Indonesia Tengah,a�? ujarnya.

Dia mengungkapkan, diketahuinya ada pergerakan abu vulkanik tersebut juga bermula ketika pihaknya mendapatkan laporan dari maskapai penerbangan yang melintasi Gunung Rinjani bahwa ada pergerakan abu vulkanik di ketinggian 30 hingga 34 ribu kaki.

a�?Itu disampaikan ke kita kejadiannya siang, waktu Baru jari mulai erupsi,a�? ujar Wilar.

Sementara itu, pantauan koran ini, para penumpang keberangkatan di area terminal dan ruang check in membludak. Mereka masing-masing melakukan klaim atas tiket yang sudah dibeli.

Asri, salah seorang penumpang yang batal terbang ke Makassar mengaku dia akhirnya harus kembali ke rumah keluarganya di Mataram. a�?Tidak ada pilihan lain,a�? kata Asri yang menggendong anaknya.

Ia berharap, esok (hari ini) penerbangan di LIA kembali normal. Jika tidak, ia terpaksa akan menggunakan jalur laut untuk ke Bali sebelum akhirnya terbang ke Makassar dari sana. a�?Tapi, mudah-mudahan tidak seperti itu,a�? imbuhnya.

Sementara itu, forecaster BMKG LIA Maria Karin mengatakan, terhitung pukul 15.30 Wita, arah angin mengarah ke selatan atau tepat di atas bandara, dengan kecepatan 15-30 knot atau 40 kilometer per jam. BMKG kemudian berkoordinasi dengan VAAC ang diperkuat dengan citra satelit Himawari.

Mulai Menipis

Sore hari pada pukul 17.30 Wita, pengamatan visual oleh PVMBG tidak terlihat adanya kepulan asap di puncak kawah Baru Jari. Tercatat pula tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Sehingga status Baru Jari pun tetap normal.

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana tetap merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendakian atau berkunjung di radius 1,5 km dari kawah Baru Jari di kaldera Rinjani.

Ditambahkan Wilar, keputusan penutupan LIA bersifat fleksibel. Artinya, bisa saja bandara dibuka lebih awal atau bahkan diperpanjang durasi penutupannya. a�?Ada kemungkinan dibuka dan ditutup. Kita melihat perkembangan,a�? katanya.

Hingga pukul 22.00 tadi malam, konsentrasi abu vulkanik memang sudah terlihat mulai menipis. Kendati tetap dinyatakan masih berbahaya untuk penerbangan. Sebaran abu vulkanik juga sudah sampai di atas Samudera Hindia di selatan pulau Lombok dan Bali.

Pantauan pusat pemantauan vulkanik di Darwin Australia yang diakses Lombok Post tadi malam memperkirakan pada pukul 09.20 Wita hari ini, sebaran abu vulkanik sudah menipis dan dipastikan tak signifikan lagi. Sehingga pada pukul 10.00 Wita, penerbangan bisa dibuka kembali.

Sekadar mengingatkan, ini bukanlah kali pertama Gunung Baru Jari meletus dan melumpuhkan penerbangan. Pada awal November tahun lalu, Gunung Baru Jari meletus hebat, dan bahkan menyebabkan LIA tutup sepanjang 4-12 November 2015. Bahkan, tak cuma LIA, Bandara Ngurah Rai di Bali juga terkena abu vulkanik sehingga harus tutup pula. (dss/uki/yuk/kus/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka