Ketik disini

Metropolis

Ulama Dunia Telurkan Deklarasi Lombok

Bagikan

MATARAMA�– Konferensi Ulama Internasional bertajuk “Wasathiyah untuk mencegah Terorisme dan Sektarianisme” ditutup kemarin. Konferensi yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Rabithah Alam Islam (Liga Muslim Dunia) sejak 29 Juli resmi menghasilkan Deklarasi Lombok.

a�?Isu radikalisme dan sektarianisme merupakan isu global yang harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama para ulama islam di dunia,a�? kata Abdullah Bin Abdul Muhsin Sekretaris Jenderal Rabithal Al Alam Al Islami Abdullah Bin Abdul Muhsin At-Turki di hadapan ulama dari 13 negara yang menghadiri konferensi.

Ia menekankan, ulama dunia menolak dengan keras segala kejadian teror yang menimpa saat ini, yang mengorbankan nyawa dan merendahkan kemanusiaan. Ia berharap dari konferensi tersebut, para ulama bisa bergerak, memberikan solusi yang tepat untuk menciptakan perdamaian dunia.

a�?Ulama harus menyebarkan pesan perdamaian yang menjadi inti dari konferensi ini,a�? harapnya.

Deklarasi Lombok yang dihasilkan dalam konferensi ini dibacakan Ketua Panitia Konferensi Ulama Internasional KH Muhyiddin.

Sembilan rekomendasi dalam deklarasi itu di antaranya, meminta Muslim World League mendirikan pusat kajian Terorisme, Radikalisme, dan Sektarianisme, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia.

Kedua , membentuk komite yang mengontrol pelaksanaan seluruh rekomendasi yang dihasilkan oleh konferensi ini, terdiri MUI, Pemprov NTB, Kementerian Agama RI, dan Muslim World League.

Ketiga, menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme yang terjadi di Asia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah beberapa negara Islam, bekerja sama dengan masyarakat internasional. Muslim World League diharapkan melakukan tindakan-tindakan yang tepat di dalam hal ini, bersama dengan pihak-pihak yang berkompeten.

Keempat, mendukung pengajaran agama di negara-negara Asia, dengan mengembangkan sistem pembelajaran, atau mendirikan lembaga pendidikan Islam untuk menutupi kebutuhan masyarakat, dan memenuhi keperluan terhadap tenaga-tenaga pendidik atau imam-imam masjid yang mampu untuk menjelaskan tentang bahaya sikap radikal dan sektarian, serta mengukuhkan sikap moderat sebagai bagian dari ajaran Islam.

Kelima, mengajak para ulama Islam agar menjalankan peran dan tanggung jawab mereka untuk mengarahkan pemuda-pemuda umat dengan pemahaman yang benar tentang jihad, takfir, walaa�� dan baraa�� (loyalitas dan anti loyalitas), kedaulatan negara, kewajiban taat kepada pemimpin dan larangan melakukan makar, atau segala yang berkaitan dengan permasalahan seperti ini.

Keenam, meluruskan metodologi dakwah, sesuai konsep Islam, yaitu mendahulukan sikap bijaksana, dan pengajaran yang baik. Mengajak para pimpinan-pimpinan organisasi kemasyarakatan di negara-negara Asia untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga sosial Islam untuk mengadakan pelatihan-pelatihan imam dan dai.

Ketujuh, membentuk forum komunikasi antar sesama lembaga Islam dalam tingkat internasional yang bertujuan untuk menyatukan segala potensi yang dimiliki, di bawah koordinasi Muslim World League, dan bekerja sama dengan institusi-institusi terkait. Forum ini diharapkan untuk melakukan pertemuan-pertemuan koordinasi secara berkala, untuk merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi ancaman terorisme, dan sektarianisme di Asia.

Kedelapan, membantu kaum muslim minoritas, khususnya di bidang pendidikan, agar dapat terhindar dari sikap ekstrim, atau tindakan radikal dan konfrontasi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, sehingga dapat lebih produktif untuk memberikan perbuatan yang terbaik bagi negaranya, dan membuktikan kesempurnaan agama Islam bagi orang lain.

Terakhir, mendorong terwujudnya perbaikan yang menyeluruh terhadap kondisi umat Islam, sehingga mampu memperlihatkan identitas keislaman yang utuh, dan memenuhi keperluan masyarakat di dalam memerangi kerusakan. Mempergunakan sumber daya alam dan manusia secara baik, demi mewujudkan keadilan, dan menjaga kehormatan kemanusiaan, serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Abdurrahman Fahri yang ikut hadir dalam penutupan konferensi berharap deklarasi bisa benar-benar diwujudkan oleh kerjasama semua pihak.

Menurutnya, yang paling utama perlu dilakukan saat ini adalah menangkal penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme kepada generasi muda. a�?Kita perlu mengikuti lifestyle generasi muda dalam berdakwah. Misalnya, kita sebarkan pesan-pesan melawan terorisme melalui jejaring sosial,a�? katanya.

Ia memastikan, dari segi diplomasi, Indonesia tetap berkomitmen menjalin kerja sama dengan negara-negara muslim lainnya untuk bersinergi, mewujudkan Islam yang mengedepankan moderasi. Menurutnya, Indonesia sejauh ini masih menjadi contoh sebagai negara yang menerapkan Islam moderat. a�?Indonesia paling aktif mempromosikan dialog lintas agama,a�? imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas juga menekankan hal senada. Ia memastikan bahwa poin-poin yang termuat dalam deklarasi Lombok tidak saja berakhir sebatas tulisan di atas kertas. Kedepannya, akan terus menerus dilakukan follow up.

a�?Perang melawan terorisme dan radikalisme ini tidak saja berakhir saat muktamar atau konferensi ini saja. Tindaklanjutinya nanti bisa oleh pemda atau pemerintah nasional, semua punya porsi masing-masing,a�? katanya.

Hasil konferensi ulama dunia itu bahkan menyepakati dan mengharapkan adanya tindaklanjut lagi di NTB. Bumi Gora diharapkan menjadi pusat kajian tentang terorisme.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi menyampaikan konferensi tersebut menguatkan ajaran Islam yang benar, yang sangat bertentangan dengan terorisme.

a�?Justru Islam mengajak dan menyeru serta menawarkan perdamaian. Islam juga tidak ada hubungannya dengan sektarianisme, karena sektarianisme itu sebenarnya hal-hal primordial yang tidak perlu dikembangkan,a�? jelas TGB.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Gora tersebut menjelaskan perbedaan suku, agama, ras dan golongan justru untuk saling mengenal, saling mengisi dan saling belajar. (uki/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka