Ketik disini

Headline Metropolis

Jangan Hanya Gertak Sambal

Bagikan

MATARAM – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih mendalami alasan ratusan pejabat yang tidak menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sebelumnya, pemprov sudah memberikan batas waktu sampai tanggal 29 Juli lalu.

a�?Datanya masih kita rekap dan kita akan dalami alasan para pejabat kenapa tidak menyetor LHKPN,a�? kata Kepala BKD NTB Abdul Hakim. Setalah data tersebut rampung dan diklarifikasi kepada masing-masing pejabat terkait, baru kemudian BKD menyetokannya kepada pimpinan dalam hal ini Gubernur maupun Wakil Gubernur NTB.

a�?Ya, ini saya juga masih tunggu data dari BKD. Berapa persisnya jumlah yang tidak serahkan LHKPN dan alasan mereka seperti apa,a�? kata Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (2/8).

Amin sendiri mengaku tak habis pikir masih ada pejabat yang membangkang untuk tidak menyetorkan LHKPN tersebut. Padahal, Pemprov diketahui sudah cukup memberikan toleransi waktu kepada pejabat.

a�?Nanti ketika laporan dari BKD sudah diterima, baru kita ambil langkah-langkah seperti apa sanksinya,a�? kata Amin.

Sejak awal, lanjutnya, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi sendiri sudah menegaskan siap mencopot para pejabat yang tak menyetor LHKPN dari jabatan struktural alias nonjob. Menurut Amin, sanksi itu pasti tetap diberikan karena ancaman itu tidak hanya sekadar gertak sambal atau untuk menakut-nakut.

a�?Pasti akan diberikan sanksi tetapi kita masih perlu pelajari dulu alasan mereka. Kita dalami dulu keterangannya,a�? janji Amin.

Apakah ada alasan khusus yang bisa ditolerir? Amin sendiri belum bisa menjawabnya karena perlu melihat terlebih dahulu hasil pendalaman BKD NTB. a�?Tapi saya rasa ini memang unsur kesengajaan, mereka tidak mau setor LHKPN. Kalau memang begitu, jelas tidak bisa ditoleransi,a�? tegas Amin.

Terlebih lagi, disinyalir ada beberapa pejabat yang sengaja tak menyetorkan LHKPN agar dicopot sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Mereka menolak diamanahi tanggung jawab tersebut.

a�?Itu sangat tidak etis dan tidak menghargai kepercayaan pimpinan. Pegawai yang seperti itu jenjang karirnya akan stagnan,a�? kritik Amin. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka