Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Tanpa DP Mustahil

Bagikan

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membebaskan uang muka (down payment/DP) bagi masyarakat yang ingin membeli kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Rencana ini dinilai Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Forum Komunikasi Daerah (FKD) NTB sulit terlaksana.

a�?Finance tanpa DP nyaris tidak mungkin,a�? kata Ketua APPI FKD NTB Aris Soeryanto kemarin kepada Lombok Post.

Ia menjelaskan, DP itu sebenarnya diberikan finance untuk meminimalisir resiko. Dalam usahanya perusahaan finance memang selalu berhadapan dengan resiko, sehingga harus diminimalisir.

Perusahaan pembiayaan juga tidak bisa menilai seseorang calon debitur. Semua calon yang akan mengajukan kredit pembiayaan berpeluang melahirkan resiko kredit macet.

a�?Untuk nasabah yang track record angsurannya baik ada penawaran khusus, namun tidak sampai menghapus DP,a�? tambahnya.

Ia mencontohkan, kasus di NTB, banyak kendaraan kreditan digadaikan nasabah yang tidak mampu membayar cicilan. Ini biasanya bisa menimbulkan kredit bermasalah.

Karenanya DP tetap diperlukan untuk menurunkan resiko. Sejauh ini perusahaan pembiayaan dituntut harus seimbang.

a�?Finance harus seimbang antara omzet dan kualitas kredit,a�? jelasnya.

Keberadaan DP juga untuk menjaga NPL tidak terus naik. Sebab beberapa tahun terakhir ini, NPL secara nasional untuk finance masih di bawah 2,5 persen termasuk juga di NTB.

Menurutnya wacana pemerintah ini bisa mendorong ekonomi nasional. Semuanya memang telah diukur pemerintah. Namun prinsip kehati-hatian harus tetap diperhatikan.

a�?Kehati-hatian tidak hanya di bank, perusahaan pembiayaan juga harus menerapkan rinsip kehati-hatian untuk mendorong pengelolaan keuangan yang sehat,a�? tandasnya. (nur/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka