Ketik disini

Praya

Produktifitas Pertanian Melimpah, Petani Senang

Bagikan

Sudah empat kali, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kediri-NTB menggelar program Sekolah Lapang Iklim (SLI), kepada para petani di Lombok Tengah (Loteng). Hasilnya dirasa cukup membantu para petani.

***

Program tersebut dimulai sejak tahun 2010, secara bergiliran BMKG menyentuh para petani di beberapa desa di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Mereka diberikan pendidikan dan pelatihan, tentang pola tanam pertanian, mengukur kelembaban udara, mempelajari perubahan iklim dan mempelajari beberapa alat pengukur cuaca yang dimiliki BMKG.

Kegiatan terakhir, digelar di Desa Darek Praya Barat Daya. Di mulai pada April lalu, hingga berakhir kemarin (2/8). Tanaman padi yang awalnya berumur beberapa hari, kini sudah dipanen. Para petani pun merasa senang, karena hasilnya melimpah ruah.

Awalnya, produktifitas pertanian di desa yang satu itu rata-rata 5 ton per hektarenya (ha). Kini, setelah mereka mendapatkan ilmu pengetahuan dari BMKG, meningkat tajam menjadi 9,5 ton per hektarenya. Saifudin Kasim, merupakan satu dari sekian banyak peserta yang merasakan manfaat program SLI.

Ia mengatakan, program tersebut ternyata bukan sebatas formalitas semata. Hasilnya dirasa cukup memuaskan. Menurutnya program semacam itu, tidak pernah diselenggarakan oleh Pemkab, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), apalagi Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian (BKP3).

a�?Alhamdulillah, dengan begini kami bisa menyekolahkan anak-anak kami sampai ke perguruan tinggi. Terima kasih BMKG atas kepeduliannya,a�? ujar Kasim.

Selama ini, diakui Kasim petani di Desa Darek dilanda kekhawatirkan dengan biaya hidup keluarga. Itu terjadi karena produktifitas pertanian yang seadanya, sulit mengalami peningkatan. Parahnya lagi, sebagian petani mengalami kerugian, akibat serangan hama.

Namun, persoalan ekonomi itu pun terjawab, begitu BMKG turun tangan. Tidak saja menyangkut tanaman padi, namun lebih dari itu seperti jagung, kedelai dan tanaman pangan lainnya.

a�?Pemkab harusnya malu dengan program BMKG ini. Apalagi, dinas dan instansi bersangkutan tidak pernah turun membantu petani,a�? ujar sejumlah peserta SLI.

Selama ini, mereka mengaku menerima kabar akan mendapatkan bantuan bibit padi dan tanaman pangan. Termasuk, bimbingan dan arahan dari penyuluh pertanian serta alat pertanian. Sayangnya, sampai sekarang tidak jelas. Keluh-kesah para petani itu pun, membuat Kepala BKP3 Lalu Iskandar, kaget.

Ia pun langsung memerintahkan kepala UPT BPK3 dan UPT Dinas Pertanak untuk memperhatikan para petani tersebut. a�?Jika perintah ini tidak diindahkan, maka saya akan laporkan ke bupati dan wakil bupati,a�? ancamnya.

Karena biar bagaimana pun, tambah Iskandar program pertanian di BPK3 dan Dinas Pertanak cukup banyak. Tinggal kelompok tani atau gapoktan berkoordinasi dengan UPT di kecamatan masing-masing. a�?Insya Allah, program SLI ini kita gelar setiap tahun,a�? lanjut Kepala BMKG Kediri-NTB Wakodim.

a�?Saya berharap, ilmu yang didapatkan para peserta SLI, dapat ditularkan kembali ke petani lainnya. Semoga bermanfaat,a�? tambahnya.(Dedi Shopan Shopian/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka