Ketik disini

Kriminal

Racik Sabu di Depan Anak, Warga Tangsi, Ampenan ini Diciduk Polisi

Bagikan

MATARAM – Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB kembali membekuk pasangan suami istri A�(pasutri) yang diduga sebagai pengedar narkoba. Sebelumnya dua pekan lalu tim membekuk pasutri asal Karang Bagu, Cakranegara.

Kali ini, tim menangkap A�pasutri asal Lingkungan, Tangsi Ampenan Kota Mataram, Senin (1/8). Dua sejoli itu, Khairul, 42 tahunA� dan Nila Irmawati, 30 tahun ditangkap saat sedang membungkus sabu A�dihadapan kedua anaknya yang masih balita.

a�?Ini gila. Pas kita tangkap dia sedang membungkus sabu itu didepan anaknya,a�? kata Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP I Komang Satra kemarin.

Satra menerangkan, pihaknya sudah memantau perkembangan peredaran barang haram disekitaran rumah tersangka A�sejak beberapa bulan lalu. Sekitar pukul 15.30 Wita, tim langsung bergerak ke lokasi. Alhasil, tim berhasil mendapatkan 12 poket sabu, 2 korek api, satu bong dan satu sekop.

a�?Kita temukan barang bukti di dalam rumah pasangan suami istri,a�? jelasnya.

Dengan adanya barang bukti tersebut, tim langsung mengganyang mereka ke Mapolda NTB guna dimintai keterang lebih lanjut. a�?Kita ingin mendapatkan keterangannya untuk pengembangan kasus,a�? ujarnya.

Sampai saat ini, tim masih mengembangkan kasus tersebut. Guna mencari rantai dari peredaran narkoba tersebut.

a�?Kita masih kembangkan dulu kasus ini,a�? ucapnya.

Tak kurang dari 12 jam setelah membekuk pasangan suami istri, tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB kembali membekuk A�pegawai pemasaran sebuah perusahaan rokok berinisial AH 25 tahun dan rekannya HMS. Mereka ditangkap saat asik menghisap sabu di dalam kamar HMS di Desa Bongkot, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat sekitar pukul 14.00 Wita.

Komang Satra menjelaskan, selain pengguna, mereka juga diduga sebagai pengedar. Karena, dari hasil penggerebekan, menunjukkan tim menemukan barang bukti yang diduga kuat menjerumuskan mereka ke dalam unsur pengedar.

a�?Ada beberapa barang bukti yang mengarahkan mereka menjadi pengedar,a�? ucapnya.

Barang bukti yang mengarahkan tersebut yaitu, adanya temuan klip plastik kosong yang diduga sebagai bahan untuk membungkus sabu. Selain itu, tim juga menemukan tiga poket sabu di dalam kantongnya.

“Barang bukti itu yang mengarahkan kedua pelaku sebagai pengedar,” ujarnya.

Satra menjelaskan, pihaknya sudah melakukan tes urine. Hasilnya kedua pelaku dinyatakan positif menggunakan narkoba.A�A�a�?Ada zat metamin yang terkandung didalam urinnya,a�? jelasnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. pihaknya akan mencari tahu rantai mereka mendapatkan barang haram tersebut.

“Dari mana dia mendapat pasokan barang ini, masih kita dalami, apakah dia hanya berperan sebagai kuli atau pemasok,” ucapnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka