Ketik disini

Kriminal

Polda Urung Tangani Kasus Fiberglass

Bagikan

MATARAM – Polda NTB sempat meminta dua perkara dugaan korupsi ke Polres Bima Kota. Yakni, kasus pengadaan sampan fiberglass dan pengadaan seragam Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).

Belakangan ini, polda mengurungkan niatnya untuk mengambil alih penanganan perkara tersebut. Mereka menilai penyidik Satreskrim Polres Bima Kota masih mampu menyelesaikannya.

a�?Memang kami yang bersurat meminta agar perkara dilimpahkan,a�? kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, kemarin (3/8).

Ia mengaku, penanganan dua perkara dugaan korupsi itu mengalami perkembangan signifikan. Penyidik polres telah meminta keterangan pihak-pihak terkait. Termasuk keterangan ahli untuk melengkapi berkas dua perkara.

a�?Dua kasus itu mengalami kemajuan, makanya kami tidak jadi ambil alih,a�? terang dia.

Dua perkara tersebut sudah lama diusut. Hanya saja, perkara tersebut belum juga sampai ke pengadilan. Untuk menggenjot perkara itu, polda berencana untuk ambil alih. a�?Kasus itu masuk tunggakkan. Untuk itu, kami surati polres dan minta agar bisa diselesaikan,a�? tandasnya.

Diketahui, pengadaan sampan fiberglass ini bergulir tahun 2012. Anggaran yang dihabiskan untuk pengadaan dua unit sampan berwarna kuning itu sekitar Rp 1 miliar.

Berdasarkan hasil perhitungan BPKP Perwakilan NTB, kerugian negara dalam pengadaan sampan fiberglass Rp 159 juta. Dalam penanganan kasus fiberglass polres juga sudah mengantongi dua calon tersangka. Yakni FFI dan DL.

Sementara, pengadaan seragam BBGRM berlangsung tahun 2014. Anggaran untuk pengadaan sekitar 8000 lembar baju seragam itu sekitar Rp 759 juta.

Pengadaan ini merugikan negara Rp 300 juta. Disamping itu, polisi telah mengantongi calon tersangka.A� Kabarnya, calon tersangka itu berasal dari staf di Kementerian PDT berinisial YS. Informasinya, YS merupakan calon tersangka tunggal. Karena diduga terlibat dalam pengadaan kaos BBGRM.(jlo/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka