Ketik disini

Headline Tanjung

Empat Hotel Berbintang di KLU Nunggak Pajak

Bagikan

TANJUNG – Piutang Lombok Utara tahun 2015 juga disumbangkan oleh sektor pariwisata. Sejumlah hotel di Lombok Utara belum membayar pajak. Termasuk empat hotel berbintang.

Dari data DPPKAD Lombok Utara per Desember 2015 tercatat piutang daerah yang bersumber dari PAD dan non PAD mencapai Rp 45,616 miliar.

a�?Untuk per 27 Juli 2016 sudah menurun menjadi Rp 30,821 miliar lebih,a�? ujar Kabid Akuntansi DPPKAD Lombok Utara Husnul Abadi pada wartawan, kemarin (4/8).

Rincian piutang PAD Lombok Utara pada Desember 2015 yakni pajak hotel Rp 11 miliar lebih, pajak restauran Rp 7 miliar lebih, pajak hiburan Rp 613 juta lebih, PPJ sebesar Rp 685 juta lebih, PBB sebesar Rp 10 miliar lebih, retribusi Rp 3 miliar lebih, denda pajak hotel sebesar Rp 1,899 miliar, denda pajak restauran Rp 1,809 miliar, dan denda pajak hiburan sebesar Rp 65 juta lebih.

Sehingga total keseluruhan Rp 37,173 miliar. Khusus untuk pajak hotel per 27 Juli baru terbayarkan Rp 2 miliar lebih, berarti masih ada sisa Rp 9 miliar lebih.

Sedangkan untuk piutang non PAD bersumber dari PKB sebesar Rp 1,214 miliar lebih, BBN-KB sebesar Rp 1,898 miliar lebih, PBB-KB sebesar 2,074 miliar lebih, ABT-AP sebesar Rp 16 juta lebih, dan pajak rokok sebesar Rp 3,439 miliar. Total keseluruhan Rp 8,442 miliar.

a�?Untuk non PAD sudah terbayarkan semua, sedangkan untuk yang dari PAD baru terealisasi sebesar Rp 6,350 miliar,a�? ungkapnya.

Lebih lanjut, Husnul mengatakan, untuk pajak hotel ada beberapa yang masih memiliki tunggakan tahun 2014 yang belum dibayarkan.

a�?Sistem manual ini menjadi salah satu penyebabnya. Tetapi saya sangat yakin tidak ada oknum yang bermain dalam pajak hotel ini karena setiap pembayaran hotel menggunakan cek bukan uang tunai,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, untuk meminimalisir penunggak pajak ini sebaiknya digunakan sistem IT, khususnya bagi perhotelan. a�?Kita akan coba untuk tagih dulu yang ada ini sesuai prosedur. Kalau tidak bisa baru dilibatkan APH,a�? pungkasnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka