Ketik disini

Giri Menang

Luar Biasa, Tukang Cukur di Labuapi ini Gratiskan Warga Miskin

Bagikan

Meski hidup pas-pasan, tak menghalangi pria paruh baya ini membantu masyarakat yang tidak mampu. Sebab ia berprinsip, berbuat baik tak selalu harus dengan uang. Masih banyak hal yang bisa diberikan untuk membantu sesama.

***

DALAM dunia bisnis, semua aktifitas usaha harus jelas berapa pengeluaran dan pendapatan. Sudah menjadi hukum wajib dalam perekonomian.

Namun hal ini terpatahkan. Tak semua orang berusaha selalu memikirkan untung dan rugi. Di dusun Karang Bongkot Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi, terdapat seorang tukang pangkas rambut yang tidak memasang tarif. Ia tidak pernah menyebutkan nominal ongkos. Ia akan menerima berapa pun dikasi upah oleh pelanggan.

Zulhan Abadi, mendirikan pangkas rambut sejak lima tahun lalu. Ia menamakannya Pangkas Rambut Masyarakat. Sikapnya yang tidak memasang tarif membuatnya dikagumi masyarakat.

Zulhan beralasan ingin hidup selalu membantu masyarakat. Terlebih pada masyarakat yang tidak mampu, meskipun hidup serba pas-pasan.

a�?Ini saja yang bisa saya persembahkan untuk teman-teman di kampung, bayar atau tidaknya masyarakat, tidak menjadi masalah. Berapaun mereka bayar, saya tidak perhitungkan,a�? jelasnya.

Ia menggantung hidup pada pangkas rambut dan ternak kecil-kecilan seperti ayam, itik, dan kambing. Namun ia tetap mempertahankan sipat terpujinya dalam kondisi apapun.

Sifatnya yang sederhana dan baik selalu mengundang puji dari semua warga sekitar. Bahkan Harianto, warga Dusun Karang Bongkot mengatakan Zulhan merupakan pribadi yang inspiratif.

Ia selalu hidup sederhana dan tidak mau mengberatkan orang lain apalagi mengecewakanya. a�?Jam berapapun orang datang potong rambut, di layani dan tidak pikirkan berapapunA�diberikan,a�? katanya.

Ia menuturkan, sangat jarang menemukan orang sebaik Zulhan. Terlebih di tengah kehidupan dan perekonomian yang belum stabil. Baginya Zulhan dapat dijadikan contoh untuk saling tolong menolong pada sesama.(FERIAL AYU, Giri Menang*/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka