Ketik disini

Praya

Pasien Tak Sembuh, Warga Mengadu ke Dikes

Bagikan

PRAYA – Sejumlah warga Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah (Loteng) mengaku tertipu oleh ulah SB (inisial-red) yang mengaku sebagai dokter spesialis. Padahal, yang bersangkutan hanya tenaga medis biasa di Dinas Kesehatan (Dikes) setempat.

Informasi yang diserap Lombok Post, terduga memang merupakan tenaga medis. Hanya saja warga menyebut SB melakukan praktek kesehatan di luar kemampuannya dengan memasang tarif seperti dokter pada umumnya. Sayangnya, penyakit yang diderita sejumlah pasiennya justru tidak kunjung sembuh.

Persoalan itu pun mencuat, setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Dikes. Kepala Desa (Kades) Karang Sidemen Sahnan, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, yang bersangkutan bekerja dan aktif di salah satu pelayanan kesehatan di desanya.

Untungnya, Dikes langsung menarik bersangkutan ke dinas, guna mencari jalan keluar yang terbaik.

a�?Dari keterangan warga saya, mereka ada yang ditarik biaya Rp 5 juta, hingga puluhan juta. Lebih lanjut, kita tunggu saja penanganannya dari Dikes,a�? kata Sahnan pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Pemerintah desa, lanjutnya hanya sebatas memediasi dan memfasilitasi warga dengan bersangkutan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.a�?Alhamdulillah, situasi desa aman. Tidak ada masalah dan kita bersyukur, Dikes bergerak cepat,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi mengaku, sudah menerima laporan dari pemerintah desa, dusun dan sebagian warga, menyangkut persoalan tersebut. Saat ini, posisi bersangkutan, sudah tidak lagi melayani kesehatan di Desa Karang Sidemen dan digantikan tenaga medis lain.

Selanjutnya, kata Nurhandini Dikes akan mempertemukan bersangkutan dengan sejumlah korban. Tujuannya, untuk mencari tahu kebenaran laporan tersebut.a�?Karena dari keterangan bersangkutan, dia tidak pernah menarik biaya apa pun. Kecuali, memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal,a�? katanya.

Untuk itulah, tekan Nurhandini perlu dipertemukan kedua belah pihak. Menurut rencana, akan dilaksanakan minggu-minggu ini, di kantor Dikes.

Kendati demikian, persoalan itu diakuinya harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat di Loteng, karena di Puskesmas, Pustu maupun Polindes sudah jelas, berapa tarif biaya kesehatan dan pelayanan apa yang akan diterima.

Di tingkat desa dan kecamatan, katanya hanya sebatas pelayanan medis awal, dengan jenis penyakit ringan. Jika penyakit berat, seperti jantung, kanker dan lain sebagainya, seharusnya dibawa ke rumah sakit. Bukan di Puskesmas, apalagi Pustu dan Polindes. Karena, ditempat itu tidak ada dokter spesialis.

a�?Intinya, persoalan di Desa Karang Sidemen akan kita selesaikan secara kekeluargaan. Insya Allah minggu depan, kita pertemukan,a�? kata Nurhandini.PRAYA-Sejumlah warga Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah (Loteng) mengaku tertipu oleh ulah SB (inisial-red) yang mengaku sebagai dokter spesialis.

Padahal, yang bersangkutan hanya tenaga medis biasa di Dinas Kesehatan (Dikes) setempat.

Informasi yang diserap Lombok Post, terduga memang merupakan tenaga medis. Hanya saja warga menyebut SB melakukan praktek kesehatan di luar kemampuannya dengan memasang tarif seperti dokter pada umumnya. Sayangnya, penyakit yang diderita sejumlah pasiennya justru tidak kunjung sembuh

Persoalan itu pun mencuat, setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Dikes. Kepala Desa (Kades) Karang Sidemen Sahnan, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, yang bersangkutan bekerja dan aktif di salah satu pelayanan kesehatan di desanya.

Untungnya, Dikes langsung menarik bersangkutan ke dinas, guna mencari jalan keluar yang terbaik.

a�?Dari keterangan warga saya, mereka ada yang ditarik biaya Rp 5 juta, hingga puluhan juta. Lebih lanjut, kita tunggu saja penanganannya dari Dikes,a�? kata Sahnan pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Pemerintah desa, lanjutnya hanya sebatas memediasi dan memfasilitasi warga dengan bersangkutan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. a�?Alhamdulillah, situasi desa aman. Tidak ada masalah dan kita bersyukur, Dikes bergerak cepat,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi mengaku, sudah menerima laporan dari pemerintah desa, dusun dan sebagian warga, menyangkut persoalan tersebut. Saat ini, posisi bersangkutan, sudah tidak lagi melayani kesehatan di Desa Karang Sidemen dan digantikan tenaga medis lain.

Selanjutnya, kata Nurhandini Dikes akan mempertemukan bersangkutan dengan sejumlah korban. Tujuannya, untuk mencari tahu kebenaran laporan tersebut. a�?Karena dari keterangan bersangkutan, dia tidak pernah menarik biaya apa pun. Kecuali, memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal,a�? katanya.

Untuk itulah, tekan Nurhandini perlu dipertemukan kedua belah pihak. Menurut rencana, akan dilaksanakan minggu-minggu ini, di kantor Dikes.

Kendati demikian, persoalan itu diakuinya harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat di Loteng, karena di Puskesmas, Pustu maupun Polindes sudah jelas, berapa tarif biaya kesehatan dan pelayanan apa yang akan diterima.

Di tingkat desa dan kecamatan, katanya hanya sebatas pelayanan medis awal, dengan jenis penyakit ringan. Jika penyakit berat, seperti jantung, kanker dan lain sebagainya, seharusnya dibawa ke rumah sakit. Bukan di Puskesmas, apalagi Pustu dan Polindes. Karena, ditempat itu tidak ada dokter spesialis.

a�?Intinya, persoalan di Desa Karang Sidemen akan kita selesaikan secara kekeluargaan. Insya Allah minggu depan, kita pertemukan,a�? kata Nurhandini.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka