Ketik disini

Bima - Dompu

Tangkap Penyebar Video Mesum

Bagikan

KOTA BIMA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima mengecam tindakan pelaku penyebar dan perekam video mesum oknum pelajar di Kota Bima. Perekam diduga sengaja membuka aib dua remaja belia itu ke media sosial (medsos).

Sekretaris MUI H Ahmad mengutuk penyebar video mesum itu. Ia menilai perbuatan penyebar itu tidak dibenarkan secara UU ITE maupun agama.

a�?Dia (penyebar dan perekam video) sengaja membuka aib atau perbuatan dosa orang lain untuk disebarkan dan dicontohi orang lain juga,a�? katanya, kemarin (4/8).

Selaku lembaga umat, MUI merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Apalagi video itu sengaja diunggah ke medsos. Menurut Ahmad, video itu memiliki dampak yang cukup besar. Khususnya bagi generasi muda.

a�?Ini ulah dari kenakalan remaja,a�? tegasnya.

Ahmad mengatakan, ada dua hal yang memicu terjadinya perbuatan amoral. Yakni narkoba dan Minuman Keras (Miras). Pihak yang bertanggung jawab atas persoalan ini, kata dia, orang tua, guru, juga lingkungan.

a�?Masyarakat mulai apatis untuk masalah seperti ini. MUI tidak mampu awasi diseluruh lini,a�? katanya.

Ia mengimbau semua pihak bergerak untuk menekan persoalan tersebut. Untuk menyelamatkan generasi muda sebagai pilar bangsa kedepan. Ahmad menilai pengawasan orang tua sudah cukup maksimal. Hanya saja, cek dan kontrol pergaulan anak dari orang tua yang mulai kendor.

a�?Orang tua menjadi garda terdepan untuk persoalan yang satu ini. Orang tua harus tau siapa teman main anaknya. Karena itu sebagai salah satu langkah meminimalisir kasus seperti ini,a�? pungkasnya.

Sementara, Anggota DPRD Kota Bima Mutmainah Haris merasa miris melihat video yang beredar. Ia mengaku kaget membaca pemberitaan di media.

Ina sapaan akrabnya mengatakan, harusnya pria yang menangkap basah perbuatan remaja itu tidak melarang mereka mengenakan pakaian.

a�?Yang harus dicari oleh polisi itu pria yang merekam dan mengunggah video itu ke facebook,a�? tegasnya, kemarin.

Menurut Ina, jika memang ingin memberikan efek jera atau berniat baik, perekam harusnya membawa pasangan tidak sah itu ke kepala desa. Memanggil orang tua mereka untuk dibina.

a�?Bukan malah disuruh lanjutin perbuatan tak senonoh di depan dia,a�? sesalnya.

Ia juga sangat menyayangkan ulah dua sejoli itu. Meski tidak mengenal kedua pelaku, perbuatan yang belum halal itu dilakukan di usia remaja.

a�?Mungkin ini dampak dari arus informasi yang tidak terbatas saat ini. Remaja ikut-ikutan apa yang dilihatnya,a�? ujar politisi Demokrat ini.

Kini Mutmainah menunggu sepak terjang polisi. Mengungkap perekam dan pengunggah video mesum. Tidak hanya untuk sekadar menangkap, tapi diberikan hukuman yang berat.

a�?Perbuatan mereka sudah merusak bangsa. Bayangkan saja video itu dibagikan dan ditonton ribuan orang,a�? katanya.

Video mesum itu kali pertama diunggah akun facebook bernama He (inisial). Kemudian, dibagikan ratusan orang. Video ini sudah ditonton ribuan orang. Saat ini video itu telah dihapus pemilik akun.

a�?Saya sudah cek, tapi sudah tidak ada. Masalahnya, video tersebut sudah terlanjut beredar,a�? ujar Ina kecewa.

Beredaranya video mesum itu, Dikpora Kota Bima bergerak cepat. Mereka memanggil Kepala SMA/SMK di Kota Bima. Dinas ingin Kepala Sekolah (Kepsek) terlibat untuk mengidentifikasi pemeran video mesum itu. Langkah itu untuk mengungkap kebenaran atas pengakuan pemeran video sekolah di salah satu SMKN di Kota Bima.

Kepala Dikpora Kota Bima Alwi mengaku kaget membaca pemberitaan. a�?Saya tidak kaget dengan isi video mesumnya. Tapi pengakuan pelaku yang masih siswi di sekolah kejuruan negeri di Kota Bima yang membuat saya kaget,a�? katanya di Kantor DPRD Kota Bima, kemarin.

Alwi mengaku sudah mengambil langkah untuk mengidentifikasi oknum siswi tersebut. Ia juga tidak ingin gegabah dalam membuat keputusan tanpa mengecek terlebih dahulu.

Ia sangat mengkhawatirkan jika pengakuan siswi itu hanya alibi semata, karena merasa terdesak. Sehingga, untuk melindungi identitas dirinya, oknum pelajar itu menyebutkan sekolah yang berbeda dari fakta sebenarnya.

a�?Kami akan maksimalkan menelusuri kasus ini sampai dua pekan kedepan. Semoga cepat terungkap,a�? tuturnya.

Alwi juga berharap peran serta kepolisian, untuk mengungkap pelaku yang merekam dan mengunggah video tersebut ke dunia maya.

a�?Jangan sampai hanya pelaku mesum. Tapi juga mereka yang sudah melanggar Undang-Undang ITE,a�? tandasnya. (yet/cr-tin/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys