Ketik disini

Metropolis

Tembus lima Besar, NTB Berpeluang Cetak Sejarah di MTQ Nasional

Bagikan

MATARAMA�– Mimpi Provinsi NTB untuk memperbaiki prestasi pada MTQ tingkat nasional tahun ini kemungkinan besar akan terwujud. Dari hasil perlombaan sejauh ini, perwakilan NTB tampil memuaskan. Beberapa diantaranya dipastikan melaju ke babak final yang sebagian besar akan diselenggarakan pada hari ini.

a�?Kita bersyukur, Alhamdulillah pencapaian qori dan qoriah kita luar biasa. Mereka bisa masuk final itu sudah pencapaian yang hebat,a�? kata Kepala Biro Kesra NTB Fathurrahman, kemarin (4/8).

Data terakhir, ada sekitar 10 qori dan qoriah NTB yang hampir dipastikan sukses melenggang ke babak final. Bahkan, untuk cabang M2IQ yang diwakili Faridah Jaeka, NTB dipastikan memperoleh mendali emas. Farida dinobatkan sebagai peraih nilai tertinggi pada babak final untuk cabang tersebut.

Begitupun dengan Ikhtiar, wakil NTB untuk Kaht Kontemporer juga sudah melewati babak final dan berada di peringkat kedua, dibawah Habibullah utusan dari DKI Jakarta.

Lili Rahmah yang mewakili NTB di cabang tilawah anak-anak putri dan M Farhan untuk cabang tilawah anak-anak putra juga siap melenggang ke babak penentu.

Pada cabang tuna netra, NTB juga menghantarkan qoriahnya Rizki Juniati dan qorinya Alhamudin ke final. Bahkan, beberapa cabang yang tidak terlalu dijagokan pun membuat kejutan. Misalnya, Eka Sofyan, wakil NTB untuk tilawah 1 juz sukses melaju ke final.

Syifa Fadiyah Maulida, wakil NTB di tartil putri pun unggul di babak penyisihan dan memastikan diri melaju ke final. Prestasi serupa juga ditorehkan Budiman di cabang Qiroat dan siap melaju ke babak penentuan.

a�?Pada babak final nanti, kita tentu berharap mereka memberikan yang lebih baik tetapi itu kembali lagi pada nasib mereka masing-masing karena semua persiapan sebenarnya sudah maksimal,a�? kata Fathurrahman.

Hingga kemarin, beberapa unggulan NTB sudah tampil seperti Khaerurrazaq yang mewakili Bumi Gora di cabang 10 Juz. Hanya saja, hasilnya belum dirilis hingga berita ini diturunkan. Sementara, beberapa andalan NTB lainnya harus tumbang di babak penyisihan seperti Yuni Wuandari di cabang Qoriah dewasa.

Namun, dia tetap mengapresiasi penampilan qori dan qoriah andalan NTB lain yang belum beruntung ke babak final. Beberapa diantara mereka masih memungkinkan bertengger sebagai juara harapan.

Merujuk pada hasil sementara itu, NTB bisa diibaratkan berada di atas angin. Menempati lima besar bukanlah sesuatu yang mustahil bagi daerah ini. Jika terwujud, kata Fathurrahman, ini akan menjadi sejarah baru bagi daerah ini. a�?Kita berharap, MTQ tahun ini jadi sejarah baru bagi prestasi NTB,a�? harapnya.

Berkaca pada MTQ sebelumnya, prestasi terbaik NTB hanya mentok di posisi enam besar. Prestasi itu diraih pada MTQ tahun 2012 di Maluku. Sejak itu, prestasi Bumi Gora terus merosot bahkan pada MTQ ke-25 di Riau lalu, NTB tak berdaya dan menerima kenyataan bertengger di posisi 11, di bawah Bali dan Papua.

a�?Kita sudah lakukan berbagai inovasi untuk pembinaan qori dan qoriah. Semoga saja, membuahkan hasil maksimal,a�? harapnya.

Pada MTQ tahun ini ternyata masih dijumpai pura-putri asal NTB yang bertarung dengan membawa a�?benderaa�? daerah lain. Meski demikian, kepesertaan mereka dianggap sudah sah karena para qori qoriah asal NTB itu sudah pindah dan berdomisili di daerah bersangkutan, minimal enam bulan.

a�?Ada beberapa kompetitor itu yang ternyata asal NTB tetapi mereka memang sudah pindah domisili ke daerah lain dan menetap setidaknya enam bulan. Itu sesuai persyaratan,a�? kata Fathuurahman.

Wakil NTB yang juga mewakili daerah lain tersebut diantaranya Khaerul Nisa yang kini menjadi qoriah utusan Provinsi NTT untuk cabang tilawah dewasa. Marhamah dan Awaluddin, qori-qoriah asal NTB yang kini bertarung membawa nama Riau.

Hebatnya, putra putri asal NTB yang kini bertarung membawa nama daerah lain itu juga mencetak prestasi gemilang. Mereka semua dipastikan lolos ke babak final. (uki/r9)

Komentar

Komentar