Ketik disini

Tanjung

UPT LPBIL Naik Status Jadi BBIL

Bagikan

TANJUNG – Salah satu UPT dibawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Loka Pengembangan Bio Industri Laut (LPBIL) berubah status. Kini UPT itu berubah nama menjadi Balai Bio Industri Laut (BBIL).

Peresmian perubahan status ini dilakukan Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain di kantor LIPI yang berada di Dusun Teluk Kodek, Desa Malaka, kemarin (4/8). Hadir dalam peresmian itu Sekda NTB Rosiadi Sayuti, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin, Anggota DPR RI Kurtubi, dan sejumlah pejabat LIPI.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain menjelaskan, saat masih menjadi UPT LPBIL, satuan kerja ini berada dibawah pembinaan Pusat Oseanografi LIPI.

a�?Satuan kerja tersebut sebelumnya merupakan Stasiun Penelitian Laut yang didirikan pada 1977,a�? paparnya.

Selanjutnya, satuan kerja ini berubah status pada 2002 menjadi UPT. Perubahan ini sesuai SK Kepala LIPI Nomor 1013/M/2002 tanggal 12 Juni 2002.

a�?Satuan kerja ini pada dasarnya bertugas di bidang pengembangan dan pemasyarakatan hasil-hasil penelitian budidaya laut,a�? jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI Zainal Arifin mengatakan, sejak berdiri pada 2002 hingga 2015, UPT LPBIL Mataram telah melakukan kegiatan pengembangan dan penerapan teknologi budidaya berbagai biota laut ekonomis penting. Seperti sotong buluh, kerang mutiara ,teripang hitam, abalon tropis, siput mata, teripang pasir, dan lobster karang.

a�?Hasil kajian budidaya biota laut yang dikembangkan sebagian telah siap untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di masyarakat,a�? katanya.

Selain sebagai lembaga riset dan pengembangan, satuan kerja LIPI tersebut merupakan lokus pendirian Lombok Marine Techno Park. Yaitu, taman tekno berbasis sumber daya laut. Lombok Marine Techno Park ini diharapkan dapat menjadi media transfer teknologi khususnya budidaya biota laut hasil pengembangan UPT LPBIL dan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI ke masyarakat. Sehingga perlu dimanfatkan untuk mendorong perkembangan dunia perikanan kelautan Indonesia, khususnya di wilayah NTB.

Menurut Zainal, dengan beban kerja yang semakin besar dan luas, serta upaya untuk mengembangkan diri dan berperan aktif dalam konteks pengembangan dan penerapan teknologi budidaya biota laut dari hulu ke hilir, maka UPT di bawah LIPI ini dinaikkan statusnya menjadi Balai Bio Industri Laut di bawah koordinasi Pusat Penelitian Osenaografi LIPI.

Sekda NTB Rosiadi Sayuti mengatakan, pada intinya pemprov sangat mendukung keberadaan LIPI. Karena gubernur sendiri menginginkan pembangunan di NTB berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin mengatakan saat ini sumber daya hasil laut di Indonesia termasuk KLU sangat melimpah. Namun hingga kini belum dikelola dengan baik.

a�?Hadirnya Balai Bio Industri Laut ini kami berharap ada pengembangan teknologi yang bernilai ekonomis melalui riset dan hasilnya bisa bermanfaat bagi masyarakat,a�? katanya.

Ditambahkan, Pemkab Lombok Utara dan masyarakat berharap Balai Bio Industri Laut ini bisa menjadi model yang efektif untuk pengembangan sumber daya laut yang ada dan berbasis pada potensi unggulan perikanan.

a�?Kami yakin kedepannya kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah bisa meningkat,a�? cetusnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi menyampaikan pihaknya akan ikut mengawal dan mendukung keberadaan LIPI termasuk dari segi anggaran.

a�?Kekayaan alam laut kita sangat banyak tetapi tanpa ditunjang pendidikan ilmiah kita tidak akan dapat apa-apa. Maka LIPI sangat dibutuhkan,a�? pungkasnya. (puj/r9/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka