wholesale nfl jerseys Inilah Kemeriahan Festival Parayalang Dunia di Lombok Tengah

Ketik disini

Praya

Inilah Kemeriahan Festival Parayalang Dunia di Lombok Tengah

Bagikan

Para peserta lomba paralayang dunia di bukit Areguling Desa Tumpak, Pujut Lombok Tengah (Loteng), akhirnya berkumpul di lokasi kegiatan. Mereka akan berlaga untuk beberapa hari kedepan.

Praya – Menurut jadwal, pertandingan akan berakhir pada Senin (8/8), besok. Sedangkan, kemarin (5/8) mereka melakukan uji coba menerbangkan parasutnya masing-masing. Festival paralayang dunia itu, dibuka secara langsung Bupati HM Suhaili FT. Kegiatan diawali dengan apel bendera, diakhiri dengan doa. Harapannya, pelaksanaan festival paralayang dunia, berjalan lancar dan aman.

Perlombaan internasional itu dihadiri utusan 15 negara dengan jumlah peserta 127 orang. Awalnya, panitia dari TNI Angkata Udara (AU) dan Pemkab, mengundang 24 negara, dengan peserta 147 orang. Hanya saja, karena alasan tertentu mereka mengurungkan niatnya datang ke bukit Areguling. Pembukaan dan uji coba parasutA� berjalan meriah. Ditambah warga desa setempat, tumpah menyaksikan olahraga langka tersebut. Begitu pula dari seluruh pegawai lingkup Pemkab dan pemerintah kecamatan.

Selama ini, olahraga semacam itu hanya disaksikan melalui televisi saja. Kini mereka bisa melihat langsung. Sehingga, sesekali warga pun berteriak histeris melihat aksi para peserta di udara.

Dalam kesempatan itu juga, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, dan Kepala Dinas Budpar HL Muhammad Putrie mencoba menerbangkan parasut. Tapi, mereka tidak sendirian, mereka didampingi peserta yang sudah ditunjuk panitia. Aksi kedua pejabat Pemkab itu pun menandakan, lomba paralayang dunia digelar. Suara tepuk tangan peserta, menambah semarak kegiatan.

a�?Kalau saya tunggu parasut khusus saja. Selamat datang dan selamat berlomba,a�? cetus orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna, HM Suhaili FT sembari tertawa.

Dilokasi, Pemkab sudah menyiapkan hiburan gratis, ada gendang beleq, tarian adat Sasak, hingga band lokal. Para peserta pun nampak antusias, apalagi mereka dimanjakan panorama yang memukau. Dari atas perbukitan, mereka menerbangkan parasutnya secara bergiliran, hingga turun di sekitar pantai Areguling.

Dari sekian kali percobaan itu, dua peserta diantaranya gagal terbang. Mereka terhempas angin, hingga jatuh. Untungnya, tidak sampai kebawah tebing perbukitan. Namun, hal itu bukannya mengurungkan niat mereka, untuk berhenti. Mereka justru bangkit dan terbang lagi. (Dedi Shopan Shopian/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka