Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Ada Rumah Kumuh Di Tengah Kota

Bagikan

KOTA BIMA – Kemiskinan masih menghiasi Kota Bima. Salah satunya Hasnah Hasan. Janda delapan cucu ini tinggal di sebuah rumah berdindingkan bedek. Ukuran 3×2 meter.

Rumah itu berdiri di atas lahan sisa tambak. Pemandangan memperihatinkan itu tersaji di RT 02 RW 01, Kelurahan Tanjung, Kota Bima.

Perempuan 60 tahun ini belum juga disentuh bantuan rumah layak dihuni. Parahnya lagi, rumah Hasnah ini bedekatan dengan laut. Jika air laut pasang, ia harus mengungsi ke rumah anak atau tetangga. Karena rumahnya digenangi air laut.

Hasnah mengaku, pernah mendapatkan bantuan bedah rumah sekitar lima tahun lalu. Saat itu, ia hanya menerima bedek dan semen. Kini, bedek sudah keropos. Sementara, semen yang digunakan lantai rumah sudah rusak. Hampir tak ada yang tersisa.

a�?Saya gunakan koran bekas untuk menutupi dinding rumah,a�? akunya, kemarin (8/8).

Hasnah mengaku pernah didatangi beberapa orang yang mengaku dari pemerintah. Mereka mengambil foto rumahnya. Ada juga yang datang mengukur lokasi rumahnya. Namun, Hasnah tidak begitu mengetahui seluk beluk orang yang mengambil gambar dan mengukur rumahnya.

a�?Saya pikir akan dapat bedah rumah. Tapi sampai sekarang belum ada,a�? ungkapnya berharap ada bantuan.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), di samping rumah Hasnah berserakan aneka sampah. Kekumuhan pun tak bisa terhindarkan. Sampah hempasan gelompok menyemut di rumahnya.

Di sudut lain, rumah Hasnah belum dilengkapi toilet. Selama ini, ia Buang Air Besar (BAB) di laut. Air bersih juga masih bergantung pada anaknya.

a�?Kalau mau ambil air minum, atau BAB ke rumah anak,a�? katanya.

Kondisi ini tidak hanya menimpa Hasnah. Ada puluhan warga lain yang tinggal di wilayah kumuh ini. Rumahnya juga tak layak huni.

Sementara, pihak Kelurahan Tanjung mengaku ada peningkatan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Peningkatan ini berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah Kepala Keluarga (KK).

a�?Memang setiap tahunnya selalu bertambah. Karena tetap ada yang nikah baru,a�? ungkap Sekretaris Lurah Tanjung Dahlan AW, kemarin.

KK baru ini rata-rata belum memiliki rumah atau lahan sendiri. Sebagai solusi, warga menimbun laut dan dibangun rumah. Sehingga, kata dia, tidak heran rumah mereka menjadi sasaran air laut pasang.

a�?Kami sudah larang tapi masyarakat itu tetap saja bangun,a�? katanya.

Rumah yang dibangun, kata Dahlan, tidak masuk kategori layak. Warga bangun seadanya. Tahun 2011, Kelurahan Tanjung mendapatkan bantuan bedah rumah dari Provinsi NTB sebanyak 100 unit. Tahun 2014, ada 12 rumah yang mendapatkan bedah rumah. Pada tahun 2015 hanya ada 10 rumah.

a�?Tahun ini, belum ada satu program bedah rumah yang turun,a�? akunya.

Ia menjelaskan, sumber bantuan itu ada yang dari pusat, pemrov, dan Pemkot Bima. Bantuan dari pemkot kisaran Rp 5 juta dan Pemrov NTB sekitar Rp 25 juta untuk satu rumah.

a�?Dari pusat juga ada, tapi sangat jarang,a�? aku Dahlan sambil menjelaskan sudah mengusul nama-nama penerima bantuan bedah rumah. (cr-tin/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka