Ketik disini

Headline Sportivo

Atletik Siap Fight

Bagikan

MATARAM – Bukan rahasia umum lagi jika cabang olahraga (cabor) atletik menjadi tumpuan medali emas NTB di dua edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir.

Pun demikian di PON 2016 Jawa Barat (Jabar) September mendatang. Cabor terukur ini masih akan menjadi primadona kontingen Bumi Gora demi mewujudkan target 15 medali emas.

Sukses meraup tujuh emas di Riau, yang sekaligus mencatat sejarah PASI NTB, menambah spirit Iswandi dan kawan-kawan mengulang kembali “memori indah” itu di Jabar September mendatang. Sekali lagi, mereka bertekad meski tidak mudah.

Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB H Suhaimi mengungkapkan, hampir tidak ada yang berubah dalam komposisi “The Dream Team” perolehan medali emas di PON 2012 Riau lalu. Menurutnya, hanya beberapa atlet andalan yang dipastikan tidak bisa turun. Seperti peraih emas di nomor lari 400 meter gawang putri, Mariyati yang terbentur usia.

Dipastikan Suhaimi, sebulan jelang PON 2016 Jabar, secara psikologis, tidak ada atlet atletik yang merasa terganggu dengan “lumbung emas”. Bahkan atlet yang menjadi tumpuan medali emas sekalipun terlihat enjoy ketika melakukan latihan rutin setiap harinya.

”Secara psikologis, saya melihat mereka nyaman-nyaman saja,” ujarnya, kemarin.

Tidak hanya itu, bahkan mantan pesepakbola daerah itu melihat ada “pelatnas efek” dalam sesi latihan setiap harinya. Dia melihat kehadiran para atlet pelatnas memberikan motivasi tambahan kepada atlet daerah lainnya. Mereka lebih disiplin dan lebih semangat terhadap program latihan yang dijalani.

”Mereka lebih kompak penuh kebersamaan. Dengan pelatih juga demikian,” tuturnya.

Mengenai jadwal (atletik) PON yang terlalu mepet, Suhaimi meminta atlet tetap fokus dan tidak terganggu. Soal jadwal, pihaknya akan berkoordinasi dengan para pelatih guna menentukan strategi untuk menyiasati.

”Intinya kita harus siap dengan semua kemungkinan. Termasuk jadwal yang terlalu padat,” jelasnya.

Sementara itu Koordinator Pelatda Rinjani Wibowo Budi Santoso berharap cabor atletik mampu menun­jukkan eksistensinya sebagai ca­bor penyumbang medali emas terbanyak.

” Hasil try out dan sejumlah kejurnas, catatan waktu mereka meningkat. Ridwan yang sempat dikhawatirkan, sudah kembali ke bentuk performa terbaiknya,” jelas pria yang akrab disapa Bowo ini.

Dirinya merasa yakin dengan perkembangan latihan atletik. Hasil kejurnas maupun try out terakhir, dua nomor dianggap potensial menyumbangkan medali emas. Nomor tersebut adalah tolak peluru putra dan lompat jauh putra.

”Kita berbicara berdasarkan data. Perkembangan Sapwaturrahman (atlet lompat jauh) dan Nanang Fahmi (tolak peluru) diluar ekspektasi. Itu bagus,” ujarnya.

”Saya yakin atletik bisa berkontribusi banyak medali untuk kontingen NTB,” lanjutnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka