Ketik disini

Politika

Hadapi Pilkada Serentak 2018, PKS Siapkan Sembilan Kader

Bagikan

MATARAM – Pilkada serentak di NTB memang masih lebih kurang dua tahun lagi. Tetapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah bersiap.

DPW PKS NTB sudah mengumumkan bakal calon kepala daerah yang akan diusung pada pilkada serentak 2018.

Ketua Bidang Pemenangan Pilkada dan Pemilu DPW PKS NTB H Syamsuddin Majid mengatakan, partainya sudah melakukan musyawarah wilayah untuk menentukan bakal calon kepala daerah.

Dalam muswil tersebut disepakati akan mendorong sembilan kader terbaiknya.

Dikatakan, untuk menghadapi Pilgub NTB 2018, pihaknya mendorong dua kadernya yakni H. Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan. Keduanya dinilai punya peluang untuk kembali bertarung pada pilgub 2018.

“Ini merupakan hasil musyawarah wilayah Bidang Pemenangan Pilkada dan Pemilu.

Banyak alternatif yang kami tawarkan untuk masyarakat NTB bisa calon kepala daerah bisa juga calon wakil kepala daerah,” kata Syamsuddin kepada Lombok Post, kemarin (7/8).

Anggota DPRD NTB ini menjelaskan, keputusan DPW PKS ini dapat saja berubah menyusul perkembangan politik kedepannya. Terlebih, waktu pelaksanaan pilkada serentak di NTB masih lama.

Meski begitu, nama-nama kader yang diputuskan untuk maju bertarung harus mulai membangun komunikasi politik. Tidak saja dengan partai politik lainnya, tapi juga melakukan pendekatan dengan masyarakat.

Sementara itu, untuk tingkat kabupaten/kota, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyiapkan tujuh tokohnya yakni H. Abdul Hadi yang juga Ketua DPW PKS NTB di Kabupaten Lombok Timur.

Sementara di Kabupaten Lombok Barat terdapat nama TGH Muharror Mahfudz sebagai bakal calon Bupati. “Sementara untuk bakal calon wakil bupatinya ada tiga nama yakni H Lalu Patimura Farhan, Nurul Adha, dan H Wahid Sahril,” kata Syamsuddin.

Sementara Pilkada Kota Bima, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyiapkan dr H Irfan Zubaidi dan H Syamsuddin Majid. Dia menegaskan, PKS tetap mempelajari elektabilitas seluruh kader-kadernya tersebut.

Nantinya, PKS akan melakukan evaluasi terhadap gerakan kadernya menjelang pilkada. Dikatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki mekanisme tersendiri dalam menyiapkan calon pemimpin untuk rakyat.

Selain menggelar pemilu raya dengan melibatkan seluruh kader PKS, pihaknya juga melakukan survei elektabilitas masing-masing bakal calon.

Di samping itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mengacu pada perolehan kursi di masing-masing daerah. Terlebih, pada pilkada serentak 2015 di tujuh kabupaten/kota, PKS tidak memunculkan kadernya.

“Perlu diketahui untuk tingkat provinsi PKS menguasai enam kursi di DPRD, Lombok Barat tiga kursi, Lombok Timur lima kursi, dan Kota Bima dua kursi,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPRD NTB Johan Rosihan justru menyatakan, dukungannya kepada Zulkieflimansyah yang juga merupakan kader PKS.

Johan bahkan menyatakan Zulkieflimansyah sebagai tokoh yang tepat menggantikan posisi TGB HM Zainul Majdi.

Menurut dia, Zulkieflimansyah sudah banyak berbuat untuk masyarakat NTB.

Terutama membangun infrastruktur pendidikan di Pulau Sumbawa. “Saya mendukung Zulkieflimansyah karena memang dia salah satu tokoh NTB yang banyak berbuat untuk rakyat NTB,” ungkapnya.

Ditanya mengenai keputusan Bidang Pemenangan Pilkada dan Pemilu PKS, Johan hanya tersenyum tanpa menanggapi apapun. (tan/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka