Ketik disini

Tanjung

Kampung Tradisional di Lombok Utara Mulai Tergerus Zaman

Bagikan

TANJUNG – Sejumlah daerah di NTB memiliki kampung adat, termasuk Lombok Utara. Namun seiring waktu, keberadaan kampung tradisional tersebut kian menghilang.

Di Lombok Utara, kampung tradisional terdapat di Bayan, salah satunya di Dusun Gelumpang, Desa Akar-Akar. Rumah di sana memiliki daya tarik alami. Karena masih berlantai tanah, berdinding bambu, dan beratapkan alang-alang.

”Sekarang sekitar 80 persen rumah warga sudah berganti jadi permanen. Hanya beberapa rumah milik tokoh adat yang masih dijaga keasliannya,” ujar tokoh masyarakat Dusun Gelumpang Sukadep.

Dijelaskan, saat masih berstatus induk dari lima dusun yang sudah mekar sekarang, daerah ini cukup ramai. Karena menjadi sentra pelaksanaan acara-acara adat.

Namun kini dusun yang ditinggali sekitar 130 kepala keluarga (KK) ini perlahan mulai berubah.”Sudah mulai berubah saat pemekaran dusun 1995 lalu,” katanya.

Menurut Sukadep, perubahan keaslian kampung tradisional dipengaruhi sejumlah hal. Seperti pengaruh perkembangan zaman yang menyebabkan pola pikir masyarakat. Selain itu, faktor pemeliharaan rumah juga menjadi salah satu penyebab warga banyak yang beralih ke perumahan permanen. Apalagi bahan baku untuk perbaikan rumah tradisional juga membutuhkan dana yang cukup besar.

”Belum pernah ada bantuan dari pemerintah untuk pemeliharaan rumah tradisional. Kalaupun ada program masuk, itu rumah kumuh,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Bayan Sahti mengakui cukup sulit untuk menjaga keaslian rumah tradisional berbasis kampung. Sebab, kemampuan ekonomi masyarakat berbeda-beda. Selain itu, kesadaran dan kekompakan masyarakat juga sudah mulai luntur.

”Sekarang di Bayan, beberapa kampung tradisional yang masih asli ada di Sembagek,” katanya.

Ditambahkan, wilayah Sembagek masih bisa menjaga keaslian karena ada komitmen masyarakat setempat. Di sana, listrik masih tidak dibolehkan masuk kampung. Jika masyarakat hendak membangun perumahan permanen, maka harus di luar area itu.

Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin mengatakan, kampung tradisional sebenarnya memiliki potensi luar biasa karena menjadi incaran wisatawan. Namun ke depan, tantangan menjaga keaslian itu akan sangat berat.

”Dua tahun terakhir sudah banyak berubah. Bisa jadi karena perubahan mindset warga,” pungkasnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka